Rabu, 03/08/2011, 04:49:43
Awal Ramadhan 1432 H, Lelaki Bersayap Malaikat Diluncurkan
TK-Takwo Heriyanto

Akrom Jangka Daosat (kanan) menunjukkan kumpulan cerpen religi karyanya. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Akrom Jangka Daosat MA, pada awal bulan Ramadhan 1432 H Tahun 2011 meluncurkan kumpulan cerpen religi.

Dalam kumpulan cerpen dengan judul ‘Lelaki Bersayap Malaikat’ itu mengunakan nama samaran Daosat Ba’labak MA. Dia berdalih tidak ingin mempopulerkan nama dirinya ke publik sehingga menggunakan nama samaran.

Daosat hanya ingin menyampaikan dakwah, sebagai renungan terhadap ayat-ayat Tuhan terutama karunia Tuhan. Seperti dalam cerpennya Biarlah lelaki bersayap malaikat itu tetap di kuil, berdoa pada Sang Pencipta.

Kepada wartawan dia tidak mau menceritakan banyak soal penerbitan karyanya itu. “Ada orang yang berbaik hati menerbitkan karya saya ini, karena katanya bagus dan menyentuh hati,” tutur Daosat, Rabu 03 Agustus 2011.

Menurut Dosen Sejarah Peradaban Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Brebes ini, Kumpulan Cerpen terbitan Pesantren Tahfidzul Quran (PTQ) Al-Rohmah Pruwatan Bumiayu Brebes itu, dicetak Juli 2011 setebal 80 halaman + (ix) halaman muka, memuat 7 judul, yakni Lelaki Bersayap Malaikat, Cinta Yang Hilang, Seorang Pemberontak, Tragedi Kampanye, Tangisan Perempuan Tua, Dewi Kebisuan dan Jalan Pulang.

Dalam Lelaki Bersayap Malaikat, Daosat antara lain menceritakan begitu banyak orang baik yang menjadi korban keganasan hidup yang tidak adil. “Karena pada dasarnya, semua orang akan menjadi jenazah, saat kita tiada daya, terbang dalam kereta manusia, kita hanya seonggok daging yang diincar anjing,” demikian ungkapan puisi yang diselipkan pada akhir buku ini.

Dijelaskannya, kumpulan cerpen Lelaki Bersayap Malaikat ini merupakan buku keempat. Sebelumnya dia menulis kumpulan cerpen Sayap-sayap Pengembara yang diterbitkan Fajar Pustaka Jogya (2002), Humor Ala Pesantren yang dimuat secara berkala di Majalah Rindang  Semarang (2004) dan Buku Tuhan Tampak Ibu (tidak memakai tahun).


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita