Senin, 01/08/2011, 01:57:48
Bulan Ramadhan, 23 Dai Diterjunkan ke Pelosok Desa
AZ-Agus Zahid

Beberapa dai foto bersama sebelum dilepas oleh Bupati Pekalongan, Drs H Amat Antono Msi di Setda Kabupaten Pekalongan. (Foto: Agus Zahid)

Panturanews (Kajen) – Dalam rangka meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menerjunkan 23 dai ke sejumlah desa terpencil di wilayah Kota Santri. Mereka dilepas oleh Bupati Pekalongan, Drs. H. Amat Antono, MSi, di ruang rapat bupati, Senin 01 Agustus 2011.

Ketua LDNU Kabupaten Pekalongan, K.H. Syam’ani M.Ag saat silaturahmi sebelum pelepasan para dai menjelaskan kepada Bupati, bahwa penerjunan dai tahun ini merupakan yang keempat kalinya dalam kurun waktu empat tahun terakhir. ”Ini merupakan angkatan keempat,” terang Syam’ani.

Dikatakan, para dai diterjunkan di desa-desa yang belum ada satu ustadz pun di sana. Tahun ini akan diterjunkan 15 dai di wilayah Kecamatan Lebakbarang, 5 dai di Kecamatan Kandangserang, antara lain di Desa Klesem dan Bodas, serta 2 orang dai di Desa Sidosukmo dan

Sidogunung, dan 1 orang dai di Sentul, Kecamatan Karanganyar. Para dai akan berdakwah mulai hari pertama puasa hingga sekitar tanggal 25 Ramadhan.

”Setelah itu mereka kita tarik. Namun ada juga yang melanjutkan misi dakwahnya hingga

menetap di desa yang ditempati,” ujar kiai muda itu.

Para dai merupakan santri dari sejumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Pekalongan yang baru atau hampir lulus, sehingga belum punya kepentingan apa pun. ”Kami percaya mereka tidak ada kepentingan. Mereka akan berdakwah dan mengabdikan diri pada masyarakat,” ungkap Syam’ani.

Dia menegaskan, penerjunan para da’i merupakan kegiatan murni aqidah dan ibadah, untuk mengajarkan Islam dengan santun, humanis, dan anti kekerasan. ”Para da’i akan menyatu dengan

masyarakat dan tidak akan terlibat dalam politik apa pun. Mereka akan mengutamakan misi dakwah. Selamanya kita netral,” tandas kiai yang juga mengajar di STAIN Pekalongan itu.

Dalam kesempatan itu, Syam’ani mengatakan, siapa pun yang menjadi bupati, akan menjadi pelindung kegiatan LDNU. Oleh karena itu, dia memohon arahan dari Bupati demi terlaksananya kegiatan penerjunan da’i pada Ramadan tahun ini.

Bupati berharap ke depan, jumlah dai yang diterjunkan lebih banyak lagi. Saat menerima rombongan LDNU Bupati didampingi Staf Ahli, Drs. Mujiyanto dan Kabag Kesra H. Supriyanto SIP, MSi.

Amat Antono berpesan pada para dai yang akan diterjunkan ke pelosok desa untuk meneguhkan hati, karena desa yang akan ditempati tentunya memiliki keterbatasan sarana dan prasara seperti listrik dan sebagainya, disamping pengetahuan keagamaan yang minim.

Dia berharap pada para da’i agar bisa berdakwah seperti Walisongo, berdakwah tanpa konflik. ”Walisongo berdakwah dengan mempelajari kondisi sosial masyarakatnya terlebih dahulu, sehingga berhasil,” tutur Bupati.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita