Menakertrans, Muhaimin Iskandar (kanan) (Foto: Dhanar Wicaksono)
PanturaNews (Tegal) - Lembaga pendidikan harus mampu menjembatani dan menyiapkan calon-calon tenaga kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan dengan sering membuka seminar-seminar bagi calon tenaga kerja. Hal itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, usai pembukaan Job Fair di gedung Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB) Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa 21 Juni 2011.
“Antara pencari kerja dengan ketersedian lapangan kerja ada gep, biasanya kebutuhan dihitung dengan kapasitas kompetensi tertentu, sementara suplainya tidak. Oleh karena itu kita sedang terus menerus mendekatkan para pencari dan pemberi kerja terutama dijembatani oleh lembaga pendidikan. Seminar-seminar kita laksanakan, supaya lembaga pendidikan menyiapkan calon tenaga kerja yang memang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan itu,” kata Muhaimin.
Menurut Muhaimin, lembaga pendidikan juga harus siap mensuplai kebutuhan pasar apabila koridor-koridor ekonomi sudah bisa berjalan dengan normal dan rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan sudah mulai. Sebab pasar dipastikan akan membutuhkan pencari kerja yang memiliki kompetensi jelas.
Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, Sumito SIP menuturkan, dalam pembukaan hari pertama Job Fair itu, panitia menyediakan 7000 lembar formulir pencari kerja. Sedangkan jumlah pencari kerja kerja yang mengisi dan mengembalikan formulir lamaran itu ke panitia belum dapat diketahui, sebab Job Fair masih berlangsung hingga hari kedua.
“Yang pasti, dalam gelar Job Fair kali ini, terdapat 10 ribu lebih pencari kerja yang antusias mengambil formulir untuk melamar kerja. Jumlah pencari kerja yang bersedia mengisi dan kembalikan formulir ke panitia baru dapat diketahui besok sore,” ujarnya.
Lebih jauh Sumito mengatakan, dalam penyelenggaraan Job Fair pertama kalinya di tahun 2010, mampu menyerap 2050 tenaga kerja dari 5000 formulir yang disediakan panitia. Seribu lebih para penganggur itu sudah tersalurkan ke perusahaan-perusahaan di Batam, Bintan, jakarta, Surabaya, Semarang dan lokal Kota Tegal.
“Job Fair ini harus bisa meminimalisir jumlah pengangguran baik dalam kota Tegal maupun kota-kota lain yang berada dalam kawasan eks karisidenan Pekalongan. Karena Job Fair ini tidak hanya ditujukan bagi warga Kota Tegal saja, warga kota-kota lain pun ikut terlibat dalam Job Fair ini,” kata Sumito.
Sumito mengungkapkan, untuk kota Tegal sendiri saat ini terdapat 12.000 lebih jumlah pengangguran dari berbagai strata pendidikan. Dari jumlah tersebut, yang sangat antusias mencari kerja sekitar 9000 orang.
Sementara, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE mengatakan, sangat bangga dengan even Job Fair yang dapat menjadi wahana bagi pencari kerja untuk mudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan di Dinsosnakertrans Kota Tegal sendiri sudah tersedia pendaftaran kerja sistim on line. “Kami akan mengupayakan acara-acara seperti ini terselenggara setiap tahun, semuanya demi am menekan jumlah pengangguran yang ada di Kota Tegal dan kota-kota lain di sekitar kota Tegal.