Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana (Foto: SL Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Kinerja staf dan dokter di bagian poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Umum (RSU) Kardinah, Kota Tegal, Jawa Tengah, dikeluhkan warga. Pasalnya, mereka dinilai cenderung tidak disiplin waktu. Dokter yang seharusnya mulai praktek pukul 08.00 WIB, molor sampai pukul 10.00 WIB baru dimulai.
Demikian halnya dengan karyawan, saat hendak memulai tugasnya sengaja diperlambat sampai jelang siang, akan tetapi untuk mengakhiri masa tugasnya selalu tepat waktu pukul 14.00 WIB. Tidak ada toleransi sedikitpun untuk melayani pasien yang tiba beberapa menit setelah pukul 14.00 WIB.
Salah satu pasien, Atiah (27), Jumat 25 Maret 2011, mengatakan dirinya merasa kecewa dengan kinerja staf rawat jalan RSU Kardianah, karena tak sebanding dengan bangunan fisik yang megah. Saat maulai kerja, mereka enggan berdisiplin. Sebab praktek dokter di rawat jalan rata-rata dimulai sekitar jam 10.00 WIB, padahal seharusnya mulai jam 08.00 WIB sudah mulai. Tapi saat tutup, mereka tak mau mentolerir waktu satu menitpun. Sehingga dirinya menjadi korban pelayanan rawat jalan RSU Kardinah.
"Seharusnya ada toleransi, apalagi yang akan diambil cuma obat. Masak cuma terlambat 3 menit dari pukul 14.00 tidak dilayani. Kalau ada apa-apa, apa pihak rumah sakit mau bertanggungjawab. Bahkan kekecewaan terhadap pelayanan RSU Kardinah bukan kali pertama, tapi sudah berulang kali. Termasuk kelambanan kerja, dan kejudesan perawat. Namun tidak pernah ada upaya perbaikan, buktinya kejadian ini selalu berulang-ulang dan hampir dirasakan semua pasien rumah sakit, baik rawat inap maupun rawat jalan," katanya.
Menyikapi keluhan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana SE, meminta agar jajaran direksi RSU Kardinah untuk berbenah, jangan sampai identitas RSU 'plat merah' dikorbankan, gara-gara pelayanan yang tak bisa maksimal. Secara fisik bangunan RSU Kardinah sudah sangat bagus, sehingga peningkatan bangunan fisik harusnya diimbangi dengan pelayanan terhadap pasien.
"Ini masalah serius, karena kami sering menerima keluhan dari pasien. Sehingga sekali lagi kami minta jajaran direksi, harus merubah paradigma pelayanan. Jangan sampai pelayanan RSU Kardinah kalah dengan pelayanan RSU swasta, karena mereka justru lebih ramah dan menghormati pasien," ungkapnya.
Sementara itu, staf rawat jalan RSU Kardinah, yang enggan disebut namanya menyatakan, karena sudah jam 14.00 lebih, maka dirinya tak mau melayani pengambilan obat. Sehingga pengambilan obat bisa dilakukan besok. Menurutnya, hal itu sudah menjadi perintah pimpinan sehingga dirinya harus mentaati. Ironisnya, obat rawat jalan tidak bisa diambil di apotik rawat inap, karena sudah pengelolaan. Sedangkan jika ada pasien yang kecewa, dipersilahkan melayangkan protes.
"Kalau sampai jam 14.00 WIB pasien rawat jalan tak mau mengambil obat, ya itu resikonya. Obat bisa diambil keesokan harinya, kami tak akan mentolerir. Walaupun hanya terlambat 1 menit, demi kedisiplinan," tandasnya.