Kamis, 24/03/2011, 22:54:00
Produksi Rumput Laut Randusanga Turun 50 Persen
TK-Takwo Heriyanto

Budidaya rumput laut. (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) –  Dari sekitar 800 hektar tambak budidaya rumput laut yang ada Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 50 persenya terserang hama lumut rambut. Akibatnya, para petani rumput laut mengeluh, karena pendapatan mereka berkurang.

Menurut Sugeng (32), Kamis 24 Maret 2011, petani rumput laut asal Desa Randusanga Kulon, mengatakan saat ini budidaya rumput laut sedang bagus. Namun, dengan adanya serangan hama lumut rambut sedikit terpengaruh, karena kualitas menjadi turun. Rumput laut yang terserang hama menjadi kotor dan sulit diproses di pabrik. Sementara, untuk menangani hama itu hanya bisa menggunakan bandeng yang dibudidaya secara tumpangsari.

“Sekarang bandeng banyak yang hilang karena tanggul tambak rusak. Akibatnya, hama semakin merajalela,” terangnya.

Dia mengungkapkan, hampir seluruh tambak rumput laut di desanya terserang hama lumut rambut. “Sebenarnya rumput laut ini usaha yang menjanjikan. Meski terserang hama, tetapi kami masih bisa menikmati untung,” tandasnya.

Petani lainnya, Aminasirin (30), menuturkan sudah hampir sebulan ini serangan hama lumut rambut semakin ganas. Kondisi itu dipicu datangnya rob ke tambak tumput laut. Selain itu, rusaknya tanggul tambak akibat rob yang berdampak ikan bandeng hilang. Padahal, keberadaan bandeng dalam tambak rumput laut berfungsi untuk membasmi hama lumut rambut.

“Kalau dibiarkan terus, hama ini bisa mematikan rumput laut karena mengakibatkan batang patah,” tuturnya.

Menurut dia, akibat serangan hama itu, hasil panen petani turun cukup banyak. Saat kondisi normal dalam 1 hektar tambak bisa menghasilkan 3 ton rumput laut kering kering, tetapi sekarang hanya 1,5 ton. Meski demikian, petani masih ditolong dengan harga jual yang tinggi mencapai Rp 7.200 per Kg.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita