Kamis, 24/03/2011, 22:35:00
Penanganan Longsor di Jalan Km 125 Bandungsari Kurang Efektif
TK-Takwo Heriyanto

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Abdullah Fikri Fakih (kedua dari kanan) saat meninjau lokasi bencana alam Sindangheula. (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Pengerjaan penanggulangan longsor di jalan Km 125 Bandungsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dinilai kurang efektif. Pasalnya, pengerjaan dilakukan sebatas pembukaan jalan kembali dari timbunan longsor. Sedangkan persoalan utamanya adalah posisi bukit yang rawan longsor, dengan tegakan pohon yang sudah miring sama sekali tidak mendapat perhatian. Dikhawatirkan, longsor tetap akan terjadi di kemudian hari dan akses jalan warga Kecamatan Salem kembali terputus.

Demikian disampaikan, Wakil Ketua DPRD JawaTengah, Abdullah Fikri Fakih melalui Humas DPD PKS Kabupaten Brebes, Priyo kepada PanturaNews, Kamis 24 Maret 2011, usai mengikuti tinjauan lapangan, Rabu 23 Maret 2011.

Menurutnya, dalam tinjauan lapangan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah menyebutkan bahwa persoalan utama dari bencana longsor ini adalah posisi bukit yang terjal dan tinggi diatas jalan yang menghubungkan Kecamatan Salem dan Banjarharjo, sehingga sangat memungkinkan terjadinya longsor kembali terutama jika mendapat guyuran hujan tinggi.

“Mestinya di selesaikan dulu bukitnya, baru jalan dikerjakan,” ujar Priyo menirukan apa yang dikatakan Abdullah Fikri.

Sementara Petugas Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jawa Tengah, Ir Puryanto MT, di lokasi menjelaskan ada dua alternatif untuk meminimalisir peluang terjadinya longsor kembali. Yang pertama adalah dengan merelokasi jalan ke arah yang berbeda, dan yang kedua adalah membangun site pile sepanjang wilayah rawan. Dua alternatif tersebut adalah hal yang mungkin dilakukan, mengingat kondisi geografis adalah daerah rawan bencana alam.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita