Ir Amin Budi Rahardjo.
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, masih menunggu informasi terkait keselamatan kedua warganya yang menjadi korban tsunami di Jepang, Jumat 11 Maret 2011 pekan lalu. Pemkab melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat terus berkoordinasi dengan Dinsosnakertrans Porvinsi Jawa Tengah seputar keberadaan dua warga Brebes yang magang di sebuah kapal ikan milik perusahaan Jepang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Brebes telah mendapatkan informasi via sms dari Kepala Dinsosnakertrans Jawa Tengah soal informasi yang berasal dari BP3TKI Jawa Tengah. Sms tersebut berisi tentang adanya empat TKI yang meninggal akibat tsunami di Jepang, dan tiga diantaranya berasa dari Jawa Tengah, yaitu Arifin Siregar dari Desa Karangsambung, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Toni Setiawan dari Jalan Cemara Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, dan terkahir Rudi Hartono dari Desa Sambi Rejo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Brebes, Ir Amin Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa berdasarkan undang-undang ketenaga kerjaan mereka bukanlah TKI melainkan tenaga magang. Sehingga penanganannya langsung dari pusat, karena terkait kerjasama bilateral antar Negara.
“Mereka tidak bisa disebut TKI, namun mereka tenaga magang. Karea bukan TKI, data merekapun tidak ada di daftar ketenagakerjaan kami. Sehingga koordinasi kami dengan pihak terkait hanya sebatas menunggu informasi. Nantinya, proses evakuasi mereka akan sepenuhnya di fasilitasi oleh pemerintah pusat,” jelas Amin, Jumat 19 Maret 2011 sore di Pendopo Kabupaten Brebes.
Saat ini, kata Amin, handphonenya 24 jam aktif untuk menerima informasi dari BP3TKI Jawa Tengah, untuk perkembangan nasib warganya yang menjadi korban tsunami di Jepang.
Informasi keberadaan kedua warga Brebes tersebut memang masih simpang siur. Sebelumnya sempat diberitakan keduanya selamat dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Militer di Tokyo.
Namun, selang tak lama informasi baru muncul mengabarkan mereka tewas terkena tsunami akibat kapal yang mereka tumpangi pecah. Mereka berdua tewas terhempas dari kapal saat gelombang tsunami menghantamnya.
“Yah betul, informasinya masih simpang siur. Untuk itu kami masih menunggu informasi yang sebenarnya. Mudah-mudahan mereka selamat, itu saja,” tukas Amin.