Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Amy Agung Widyantoro. (Foto: SL Gaharu)
PanturaNews (Brebes) – Sedikitnya 34 ribu jiwa penduduk Kabupaten Brebes menderita penyakit katarak, dua persen diantaranya merupakan penderita yang matang untuk dilakukan operasi. Namun demikian, operasi katarak tetap tergantung pada kondisi kesehatan penderita secara menyeluruh.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Amy Agung Widyantoro, menjelaskan bahwa secara teori dua persen dari jumlah penduduk suatu daerah menderita katarak. “Kabupaten Brebes dengan jumlah penduduk 1,7 juta jiwa, maka asumsinya kurang lebih 34 ribu jiwa masyarakatnya menderita katarak,” tuturnya, Jumat 18 Maret 2011 sore di Pendopo Brebes.
Katarak adalah kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. Dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita, dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru.
Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan, menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya mempengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.
“Penyakit katarak ini terjadi akibat proses penuaan, maka penderitanya rata-rata orang-orang tua. Namun bagi yang masih muda, biasanya karena keterlambatan pengobatan dini,” jelas Amy.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Brebes bekerja sama dengan beberapa pihak terkait, tengah menangani operasi katarak gratis. Sedikitnya 60 orang dari beberapa daerah di Kabupaten Brebes, akan dilakukan operasi katarak tanpa dipungut biaya sepeserpun. Sebelum operasi, para penderita dilakukan screening di Puskesmas kecamatan masing-masing. Hal tersebut untuk mengetahui tingkat kematangan katarak dan kondisi kesehatan pasien pra-operasi.
“Sebelum di operasi pasien dilakuka tes kesehatan di Puskesmas, di cek tekanan darah dan lainnya. Untuk sementara, di gelombang pertama ini, sudah ada 60 penderita katarak yang siap operasi pada 27 Maret 2011 mendatang. Operasi dilakukan oleh 10 dokter ahli dari Semarang dan Rumah Sakit Brebes,” terang Amy.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penderita katarak di Brebes, operasi pertama memang jauh dari kuota yang ada. Namun, Amy berjanji akan menyelesaikan tahapan awal untuk mengoperasikan para penderita katarak yang jumlahnya mencapai ratusan jiwa.
“Gelombang pertama hanya 60 pasien, sisanya pada gelombang dua. Jika gelombang dua tidak datang, pihak rumah sakit baik swasta maupun pemerintah daerah siap untuk melakukan operasi secara kontinyu tiap minggunya,” jelasnya.