Minggu, 13/03/2011, 18:54:00
Tebing Longsor, Ratusan Ha Sawah Terancam Gagal Penen
JAY-Riyanto Jayeng

Tebing Sungai Rambut yang membelah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang longsor setiap tahun tergerus aliran deras sungai. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Ratusan hektar (Ha) sawah di wilayah Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah terancam gagal panen atau puso. Hal itu diakibatkan longsornya tebing Sungai Rambut yang membelah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Longsor terjadi setiap tahun, tergerus aliran deras sungai.

Kepala Desa (Kades) Kedungjati, H Moch Syakur, Minggu 13 Maret 2011, mengaku kuatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, longsoran itu sudah mendekati tersier yang digunakan untuk mengairi sawah. Dimana jika tersier itu turut hilang, maka ratusan hektar yang berada di sebelah utara desa, bakal mengalami kekeringan. Diantaranya, sawah yang berada di Desa Kedungjati Timur, Kedungjati Utara, Blok Kebandingan dan Desa Kendayakan.

Melihat kondisi yang semakin parah itu, pihaknya mengaku sudah berupaya maksimal. Yakni, membuat proposal pengajuan bantuan kepada dinas terkait. Dalam rencananya, Syakur meminta supaya dinas merombak alur Sungai. Yang tadinya alur sungai berkelok-kelok, dijadikan supaya lurus. Dengan demikian, aliran deras sungai tidak lagi mengikis bantaran.

“Alur sungai Rambut banyak tikungannya. Kondisi itu memicu terjadinya tanah longsor. Dimana longsoran itu, mengikis sejumlah lahan sawah di desa kami,” terangnya.

Dijelaskan, akibat pengikisan berkala itu, warganya mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bahkan dua tersier yang digunakan untuk mengairi lahan sawah milik warganya, kini sudah hilang. Menurut dia, satu tersier yang masih aktif, juga terancam terkikis. Jarak antara lokasi longsor dengan tersier, hanya berkisar antara 15 meter. Dalam waktu dekat, tidak menutup kemungkinan tersier itu bakal turut hilang pula.

“Kami hanya mengandalkan tersier itu. Jika itu hilang, kemiskinan bakal melanda petani disini. Untuk itulah, kami berharap kepada Pemkab, agar memberikan bantuan untuk menormalisasi alur Sungai Rambut. Minimal ada penyodetan untuk sungai tersebut,” tegasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita