Sabtu, 12/03/2011, 17:19:00
Pemilukada: Politik Bukan Semata Untuk Meraih Kekuasaan
AZ-Agus Zahid

Siti Qomariyah saat memberi sambutan pada Halaqoh Ulama dan Umaro di Pendapa Bupati Kajen. (Foto: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Tujuan politik bukan semata-mata untuk mendapatkan kekuasaan, namun berpolitik sesungguhnya untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban berbangsa dan bernegara.

Karena itu, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) bukan sarana dan prasarana untuk mencapai kekuasaan politik, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membangun yang diawali dengan partisipasinya dalam pesta demokrasi di Kabupaten Pekalongan 01 Mei 2011, Mendatang.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, Dra Hj Siti Qomariyah MA dalam Halaqoh Ulama dan Umaro di Pendapa Bupati Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis 11, Maret 2011 pukul 17.00 WIB.

Berkaitan dengan pelaksanaan Pemilukada, Bupati berharap angka partisipasi terhadap pesta demokrasi di Kabupaten Pekalongan dapat mencapai minimal 70 persen dari jumlah hak pilih. Karena biaya Pemilukada ini cukup mahal yakni Rp 12 milyar untuk sekali putaran.

Bupati juga mengajak segenap masyarakat yang memiliki hak pilih untuk berpartisipasi menggunakan dengan baik. Partisipasi masyarakat bisa didorong melalui sosialisasi formal maupun nor formal seperti pengajian, halaqoh, peringatan maulid dan lain-lain.

"Kami berharap partisipasi masyarakat dalam Pemilukada mendatang bisa mencapai 70 persen," harap bupati.

Terkait dengan peringatan keagamaan seperti halaqoh dan maulid nabi dan lain-lain, bupati menilai jika kehidupan beragama adalah juga tugas dan tanggung jawab pemerintah. Karena diantara tugas pemerintah adalah mengajak masyarakat untuk menjiwai dan mengamalkan Pancasila, dimana sila yang pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah sila yang sangat penting.

”Ini adalah bagian dari sukses dakwah para ulama selama ini, dan juga kesadaran pemerintah akan adanya pertumbuhan bangsa, dimana masyarakat makin memahami apa yang mesti dilakukannya,” ujar Qomariyah.

Dalam halaqoh tersebut juga mendatangkan Tokoh Agama dari Yaman, Al Habib Zein bin Abdullah dan Al Habib Hasyim, serta Ketua Toriqoh Al Mu'tabaroh Nasional, Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya.

Dalam sambutanya, Al Habib Zein memuji jika demokrasi di Indonesia cukup baik karena masyarakat Indonesia mayoritas Islam, sedangkan dalam Islam sendiri sangat mengajarkan kehidupan berdemokrasi. "Demokrasi di Indonesia sangat baik, karena Indonesia merupakan negara umat Islam terbesar di dunia," katanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita