Dewi Purwanti (tengah) bersama temannya saat berlibur dengan salju di Jepang. Inzet: Bung Karno. (Foto: Dokumen keluarga)
PanturaNews (Brebes) - Tenaga Kerja Inodonesia (TKI) asal Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Bung Karno yang bekerja di Jepang sebagai penangkap ikan cumi di perairan laut Jepang, belum memberi kabar kepada keluarganya.
Kondisi ini membuat semua keluarga yang ada di kampungnya resah, menyusul terjadinya gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Jepang pada Jumat 11 Maret 2011. Berbeda dengan Dewi Purwanti (18), TKI yang juga berasal dari Desa Tanjung, bisa berkomunikasi lewat telepon, sehingga keluarganya mengetahui kondisi anaknya.
Darmo, orang tua Bung Karno, saat dikonfirmasi PanturaNews, Sabtu 12 Maret 2011, mengatakan anaknya menjadi TKI dan bekerja di Jepang sekitar dua bulan yang lalu melalui PT Budi Agung Binatara Jakarta sebagai penagkap ikan cumi di perairan laut Jepang.
"Tapi, sejak negeri matahari itu dilanda gempa dan tsunami dahsyat, belum ada kabarnya. Padahal, kami sekeluarga sudah berusaha mencoba mengkontak lewat pesawat telepon, tapi tidak bisa nyambung" keluh Darmo.
Menurutnya, anaknya yang berusia 29 tahun itu, biasanya bisa dikontak kalau sedang berada di darat. Namun, dirinya tidak tahu apakah anaknya saat ini sedang berada didarat atau di laut.
Berbeda dengan Dewi Purwanti (18), TKI yang juga berasal dari Desa Tanjung dan juga bekerja di Japang, bisa berkomunikasi lewat telepon. Sehingga, keluarganya mengetahui kondisi anaknya.
Abdul Kiser, orang tua Dewi Purwanti kepada PanturaNews menjelaskan, anaknya yang saat ini bekerja di pabrik rumput laut di Nagoya-Jepang sejak dua tahun lebih, bisa berkomunikasi lewat telepon.
"Alhamdulillah setelah mencoba ditelepon, ternyata tidak terjadi apa-apa pada anak saya, meski awalnya sempat khawatir. Karena, melihat gempa dan tsunami yang ditayangkan sejumlah stasiun TV di Indonesia begitu hebatnya," ujar Abdul Kiser yang juga sebagai Kepala Desa (Kades) Tanjung itu.
Namun demikian, lanjut Abdul Kiser, meski anaknya jauh dari pusat gempa dan tsunami, tapi kota Nagoya-Jepang yang ditempati anaknya bekerja itu, sempat mengalami getaran-getaran namun tidak begitu besar.
Dia berharap, Pemkab Brebes melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), bisa proaktif terhadap keberadaan TKI yang berada di Jepang. Demikian juga dengan pemerintah pusat agar terus memantau perkembangan TKI yang bekerja di Jepang.