Ilustrasi pemeriksaan penderita katarak.
PanturaNews (Brebes) - Ratusan warga di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menderita katarak. Penyakit yang bisa mengakibatkan kebutaan itu, diderita oleh seratus lebih warga yang tersebar di beberapa desa.
Demikian diungkapkan Kasi Kesejteraan Sosial, Kecamatan Bantarkawung, Dalmadi SH. "Berdasarkan laporan dari desa-desa yang telah kami terima, ada 144 warga yang menderita katarak," katanya kepada PanturaNews, Selasa 15 Februari 2011 siang.
Menurutnya, warga yang diduga menderita penyakit katarak itu tersebar di desa-desa. Yakni, desa Sindangwangi, Telaga, Pangebatan, Ciomas, Bantarwaru, Terlaya, Legok, Kebandungan, Karangpari dan Bantarkawung. "Jumlah terbanyak ada di Desa Pangebatan yang mencapai 64 penderita katarak," ujar Dalmadi.
Dikatakan, jumlah penderita katarak itu berdasarkan data yang diperoleh dari laporan kepala desa dan belum dilakukan pengecekan atau pemeriksaan oleh petugas medis. Sehingga jumlah penderita yang mencapai 144 orang itu bisa bertambah atau berkurang jika dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang berwenang.
"Yang jelas itu baru laporan dari pemerintah desa, bukan hasil pemeriksaan oleh petugas medis," tegas Dalmadi.
Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat ini akan ada program pengobatan atau operasi gratis bagi warga tidak mampu yang menderita katarak. Sehingga dari desa-desa melakukan pendataan dan melaporkannya ke kantor kecamatan. "Rencananya nanti akan ada bantuan pengobatan katarak bagi warga yang tidak mampu," pungkas Dalmadi.