Senin, 14/02/2011, 21:19:00
Calon Bupati Diminta Wujudkan Daerah yang Bersih Kemaksiatan
AZ-Agus Zahid

Ali Rosidin.

PanturaNews (Pekalongan) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Pelangi berharap, Calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 01 Mei 2011, hendaknya memiliki visi-misi yang mengedepankan nilai moral serta komitmen untuk mewujudkan Kota Santri yang bersih dari kemaksiatan.

Pasalnya, berdasarkan pantauan LSM ini, di beberapa titik masih terdapat tempat-tempat maksiat  seperti di Kebon Suwung, Karanganyar, Cafe Doro dan Bojong, serta tempat lain yang diduga sebagai sarang maksiat. Kondisi itu tidak mencerminkan Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri.

"Harapan Kami siapan pun yang jadi Bupati dan Wakil Bupati, nantinya memiliki komitmen untuk mewujudkan koridor Kota Santri, dengan membuat Perda Anti Maksiat, yang relevan dengan slogan Kota Santri," harap Sekjen LSM Bina Pelangi Pekalongan, Ali Rosidin, Senin 14 Februari 2011.

Menurut Ali, Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri sangat memerlukan payung hukum untuk membersihkan segala bentuk kemaksiatan. Hal bisa diimplementasikan baik dengan Peraturan Daerah (Perda) Anti Maksiat, atau peraturan hukum lainnya yang sah. Hal ini tentunya harus mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat, terutama anggota DPRD.

Selain itu, semua calon hendaknya bersikap dewasa dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang bersih dan berwibawa, namun tetap mengedepankan nilai-nilai moral tanpa harus mencari kelemahan atau mengungkit-ungkit kekurangan masa lalu. Hanya dengan itu, Kabupaten Pekalongan akan lebih maju dan lebih baik dimasa mendatang.

"Kedepan hendaknya harus ada Perda Anti Maksiat agar Slogan Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri betul-betul terwujud," harap dia lagi

Ditempat terpisah, Ketua LSM GOST Pekalongan, M Solehan RA juga berharap kepada para calon bupati dan wakil bupati memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun Kabupaten Pekalongan lebih maju dan lebih baik di semua bidang. Baik pembangunan fisik seperti pembangunan infrastruktur, maupun pembangunan non fisik seperti mewujudkan kehidupan yang aman, nyaman dan damai serta bersih dari hal-hal negatif atau penyakit masyarakat.

"Kami akan mendukung calon yang betul-betul ingin membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik disegala bidang, yang visi dan misinya tidak jelas tak akan kami dukung," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita