Kobaran api masih menyala hingga tengah malam, menghabiskan seluruh bangungan kios dan rumah warga di Dukuh Keseran, Desa Winduaji. (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Di tengah rintik hujan, sepuluh bangunan yang terdiri enam kios dan empat rumah di Dukuh Keseran Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 08 Pebruari 2011 sekitar pukul 20.00 WIB ludes dilalap api.
Kebakaran yang diduga akibat hubungan arus pendek atau konsleting listrik itu, mengakibatkan kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah. Hingga pukul 24.00 WIB, upaya pemadaman masih terus dilakukan.
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, sebelumnya listrik mati sejak sore. Ketika listrik menyala sekitar pukul 20.00 WIB, tidak lama kemudian muncul api dari salah satu bangunan yang berada satu komplek di dekat lokasi Waduk Penjalin. Api langsung membesar dan merambat dengan cepat ke seluruh bangunan kios dan rumah tinggal.
"Sebelumnya hujan dan mati listrik sejak sore, ketika baru beberapa menit listrik menyala langsung muncul api," kata Syae'in (35), warga setempat.
Menurutnya, penghuni rumah langsung berlarian keluar ketika melihat api membakar, dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya. "Penghuni rumah semuanya lari keluar, sehingga tidak sampai ada korban jiwa, tapi barang-barang seisi rumah dan kios nyaris tak ada yang bisa diselamatkan," ungkap Syae'in.
Petugas dan mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Bumiayu yang mendapat laporan langsung menuju ke lokasi kebakaran. Tapi api sudah menjalar ke seluruh bangunan, sehingga hanya bisa melokalisir agar tidak merembet ke bangunanan lainnya. Hingga pukul 24.00 WIB, upaya pemadaman yang juga dibantu oleh warga dengan peralatan seadanya masih terus dilakukan.
Data yang diperoleh menyebutkan, bangunan enam kios yang ludes adalah milik Harto (60), Darto (38), Dasmo (70), Umiyati (70), Sebani (38) dan Domroh (45). Sedang empat bangunan rumah antara lain milik Mukmin (75), Manisah (60), Tasrip (70) dan Warso (45). Enam kios dan empat rumah tersebut merupakan bangunan semi permanen yang berdiri di atas tanah Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral.
Kepala Polsek Paguyangan, AKP Sukoyo yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian itu. Dugaan kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik atau konsleting.
"Dugaan penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik. Api masih menyala dan petugas terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran," ujar Sukoyo.