Ilustrasi tanggung sungai longsor.
PanturaNews (Tegal) - Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah yang bermukim di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ketiwon, mengaku cemas dan was-was sepanjang musim penghujan Januari-Pebruari 2011.
Pasalnya, tanggul sungai yang menahan tebing tanah ambrol mencapai 60 meter dan apabila tidak segera dilakukan perbaikan, mereka khawatir akan berakibat longsor dan air sungai meluap memasuki perkampungan. Demikian dikatakan Karyo (60) salah seorang warga yang bermukim di kawasan DAS Ketiwon.
"Kami sangat cemas dan was-was jika sewaktu-waktu tanggul bisa kembali ambrol dan terjadi bencana besar yang mengancam rumah kami, dan hunian penduduk di sini," kata Karyo kepada rombongan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal yang meninjau lokasi ambrolnya tanggul Sungai Ketiwon, Senin 07 Pebruari 2011.
Menurutnya, kejadian ambrolnya Sungai Ketiwon paling parah terjadi sekitar tahun 70-an. Saat itu, air sungai meluap dan merendam ratusan rumah yang ada di sekitarnya. "Agar tidak terulang kembali, kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, sehingga warga bisa hidup nyaman dan tenang," katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono mengatakan, pihaknya sejak beberapa hari lalu telah melayangkan surat kepada Balai Pengelolaan Sumber Daya Alam (BPSDA), untuk proses perbaikan secara permanen. Pasalnya, untuk perbaikan tanggul sungai merupakan wewenang instansi tersebut.
Dia mengatakan, untuk perbaikan secara darurat akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Yakni dengan memasang trucuk bambu di sepanjang tanggul yang ambrol untuk mencegah kerusakan semakin parah. "Kami berharap BPSDA dalam waktu dekat bisa segera mengupayakan perbaikan, sehingga masyarakat bisa kembali tenang," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, Abdullah Sungkar ST SE mengatakan, dalam upaya perbaikan tanggul Sungai Ketiwon seharusnya dilakukan kajian secara menyeluruh. Antara lain, tentang kondisi tanah, kemiringan tanggul serta bentuk tanggul yang akan dibangun. Dengan upaya tersebut, tanggul Sungai Ketiwon lebih kuat sehingga setiap musim penghujan tiba tidak ambrol kembali.