Padi yang terserang penyakit Tumro mengering dan mati. (Foto: dokumen)
PanturaNews (Brebes) - Lahan tanaman padi di lima desa yang ada di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terserang penyakit Tumro. Akibatnya, tanaman padi seluas 9,5 hektar mengalami gagal panen dan 95 hektar terancam.
Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bumiayu, Suwardoyo mengatakan, penyakit Tumro menyerang tanaman padi di lima desa yakni Pruwatan seluas 1 hektar, Kalilangkap seluas 2 hektar Kalisumur seluas 2 hektar, Kalinusu seluas 3,5 hektar dan Bumiayu seluas 1 hektar.
"Tanaman yang sudah terserang dan mati di lima desa luasnya mencapai 9,5 hektar," ujar Suwardoyo, Selasa 11 Januari 2011 siang.
Menurutnya, selain telah mengakibatkan gagal panen, penyakit Tumro juga mengancam tanaman padi di lima desa tersebut seluas 95 hektar. Penyakit Tumro menyerang pada daun padi yang mengakibatkan tanaman mati pada usia 20 hari. "Tanaman yang sudah terserang bisanya usia 20 hari, daunya mengalami kering kemudian mati sehingga tidak bisa panen," tutur Suwardoyo.
Untuk tanaman yang masih terancam saat ini terus dilakukan pengendalian dengan cara penyemprotan menggunakan pestisida. Semantara untuk tanaman yang telah mati tidak bisa dikendalikan dan mengalami gagal panen. "Penyemprotan pestisida hanya untuk pengendalian padi yang terancam," kata Suwardoyo.
Penyebab utama munculnya serangan penyakit Tumro, karena faktor cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang terlalu tinggi. Selain itu juga faktor jenis padi yang tergolong varitas rendah. "Tanaman padi yang terserang jenis Cisadane lokal yang termasuk varitas rendah," pungkas Suwardoyo.