Senin, 10/01/2011, 18:34:00
Warga Tolak Polusi, Operasional Mesin Induksi Cor Logam Ditunda
JAY-Riyanto Jayeng

Tinjauan lapangan Komisi II DPRD Kota Tegal ke mesin induksi cor logam di Jalan Melati, Kelurahan Kejambon. Nampak dari kiri Rahmat Raharjo (F PKS), Ahmad Safrudin (F PDI-P) dan Hendria Priatmana. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Pengoperasian mesin induksi cor logam milik Pemkot Tegal yang berada di kawasan pemukiman penduduk Jalan Melati, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pasalnya, keberadaan mesin cor logam bantuan dari APBN dan sarana bangunan yang dibiayai APBD II itu, masih ditentang sejumlah warga dengan alasan menimbulkan polusi berbahaya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM-UMKM Kota Tegal, Drs. H Mufrodi di sela-sela tinjauan lapangan Komisi II DPRD Kota Tegal, Senin 10 Januari 2011, mengatakan sejak dibangun 2008 lalu sampai kini mesin induksi cor logam yang diserahkan pengelolaannya kepada Koperasi Pengusaha Cor Logam, Tegalindo belum dioperasikan.

Menurut Mufrodi, ditundanya pengoperasian mesin induksi cor logam itu dikarenakan warga menolak adanya polusi yang ditimbulkan asap peleburan bahan logam. Akan tetapi, selama ini mesin induksi tersebut sudah diuji cobakan untuk menggelar pelatihan bagi masyarakat dan sejumlah siswa SMK.

“Terkait polusi udara yang ditimbulkan oleh asap peleburan cor logam, kami sudah mengantisipasinya dengan membuatkan kolam peredam polusi. Asap yang ditimbulkan tidak langsung ke udara, tapi disalurkan ke kolam peredam berisi air, baru kemudian asap dilepas ke udara dalam kondisi tidak lagi berwarna hitam pekat. Diperkirakan dalam tahun ini paling lambat bulan April sudah bisa dioperasikan,” kata Mufrodi. 

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal dari Fraksi Demokrat, Hendria Priatmana SE mengatakan, harus dicarikan solusi tepat untuk melakukan pendekatan kepada warga setempat, agar bisa diberi pengertian mengenai manfaat posisitif dari mesin induksi cor logam.

Menurutnya, secara prinsip, beroperasinya mesin induksi cor logam akan menggerakan roda perekonomian masyarakat menuju tingkat kesejahteraan setingkat lebih maju daripada sekarang. Persoalan dampak polusi dari aktifitas industri dapat diminimalsisir dengan teknologi, maupun alternatif lain yang bersifat mengurangi kadar polusi.

“Kami tekankan kepada dinas terkait untuk mencari solusi tepat dengan waktu dan pengarah yang tepat pula, guna pendekatan kepada warga untuk diberi pengertian tentang manfaat positif mesin induksi logam bagi perputaran roda perekonomian masayarakat,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita