Sumanto bersama anak-anak yatin Desa Bulusari melantunkan sholawatan. (FT: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Sumanto, siapa yang tidak mengenal sosok pria ini. Warga Desa Plumutan, Kecamantan Kamangkon, Purbalingga, Jawa Tengah, adalah pria yang pernah dijuluki manusia kanibal. Pasalnya, Sumanto mengaku sedikitnya telah menyantap tiga orang. Dua orang pertama dibunuh lebih dahulu, kemudian dimakan. Lalu ketiga mayat yang dicurinya dari kuburan, 16 jam setelah penguburannya juga dimakan.
Setelah Sumanto dibebaskan dari penjara, kini berusaha menjadi seorang yang normal. Mungkin karena perlakuan yang berubah, dan juga menunjukkan bahwa Sumanto bertaubat, kini ia malah banyak menerima undangan menghadiri pengajian.
Salah satunya adalah pengajian di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam rangka peringatan hari Hari Anak Yatim yang jatuh pada 10 Muharram Tahun 1432 Hijriyah, Rabu 15 Desember 2010 malam.
Kehadiran Sumanto ternyata memiliki daya tarik tersendiri, sehingga acara tersebut menyedot ribuan perhatian pengunjung.
Dari pantuan PanturaNews, terlihat warga berdesak–desakan ingin melihat sosok Sumanto dari dekat. Tidak sedikit pula yang mengabadikan dengan menggunakan kamera HP. Sebagian warga justru menghidar dan memilih melihat dari jauh.
Sosok Sumanto yang terlihat masih garang, ternyata mampu membuat masyarakat terhibur dengan lantunan sholawatan dan tembang jawanya. Selain itu, tingkah polah yang kadang lucu membuat warga terpingkal–pingkal melihatnya.
Misalnya, ketika acara pembukaan dengan sambutan–sambutan, Sumanto terlihat tertidur di deretan kursi tamu. Warga yang melihatnya pun tertawa dan tersenyum. Apalagi ketika duduk di atas panggung, Sumanto tertidur pulas.
Adapun peringatan yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Bulusari ini, berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 32 juta. Santunan anak yatim di serahkan langsung oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Brebes, Drs Atmo Tan Sidik mewakili Wakil Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi.
Anak–anak yatim dan piatu yang mendapat santunan, merupakan warga Desa Bulusari yang diajukan oleh masing–masing RT ke pihak desa.