PanturaNews (Brebes) — Penanganan kemiskinan secara berkelanjutan membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak.
Prinsip inilah yang mendorong lahirnya strategi baru pengentasan kemiskinan di Kabupaten Brebes melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPR RI, dan akademisi.
Langkah konkret tersebut digagas dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif” yang digelar di Gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Rabu 29 Juli 2026.
Forum ini mempertemukan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Anggota Komisi II DPR RI Shintya Sandra Kusuma, serta jajaran Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IPDN.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Shintya menegaskan bahwa pola pengentasan kemiskinan harus bertransformasi dari sekadar pemberian bantuan sosial menjadi skema pemberdayaan masyarakat yang menciptakan kemandirian ekonomi.
"Menuntaskan kemiskinan bukan sekadar memberi bantuan hari ini, tapi bagaimana kita membuka jalan agar masyarakat bisa berdiri tegak dan mandiri secara ekonomi. Bantuan sosial adalah jembatan sementara, namun pelatihan vokasi, kemandirian ekonomi, serta pendataan yang akurat adalah kunci utamanya," ujar Shintya.
Guna memastikan strategi baru ini berjalan efektif, Shintya mengawal empat fokus prioritas melalui fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI:
Sinergi Pusat dan Daerah: Mengintegrasikan peran DPR RI, IPDN, dan Pemkab Brebes dalam perumusan kebijakan berbasis riset serta data lapangan.
Penguatan Program ‘Data Beres’: Mendorong integrasi data terpadu agar skema bantuan dan program kemasyarakatan berjalan tepat sasaran.
Pemberdayaan Ekonomi 17 Kecamatan: Mengawal penyaluran pelatihan keterampilan vokasi, penguatan modal UMKM, hingga pemenuhan infrastruktur dasar secara merata.
Mewujudkan Visi Brebes Beres: Akselerasi pencapaian daerah yang Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera.
Sinergi ini disambut hangat oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan jajaran SKPD.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen dalam mengurai persoalan kemiskinan yang kompleks di Brebes.
"Masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian. Kita butuh fondasi yang kuat berupa data yang presisi dan program yang benar-benar menyasar akar masalah. Kehadiran akademisi dari IPDN serta dukungan penuh dari DPR RI adalah amunisi besar bagi kami untuk melangkah lebih cepat dan tepat," ujar Paramitha.