TIM Iptek bagi Desa Binaan (IDBU) Universitas Diponegoro (UNDIP) 54, mematangkan persiapan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di UNDIP Kampus Pekalongan, Jalan Manduroredjo, Kajen, Kabupaten Pekalongan, sebagai langkah awal menyusun strategi pelaksanaan program yang akan berlangsung hingga 22 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seluruh rencana kegiatan disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat, yang telah dilakukan sebelumnya bersama para pemangku kepentingan di Desa Tanjungkulon.
Tim pengabdian didampingi oleh empat dosen pembimbing, yakni Brian Pradana, S.T., M.T.; Nofa Martina Ariani, S.T., M.T.; Deny Aditya Puspasari, S.T., M.PWK.; dan Muhammad Wildan Sholih, M.Ak.
Sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu turut terlibat dalam program ini, mereka berasal dari Fakultas Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat. Keterlibatan lintas disiplin tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Dalam tahap persiapan, Tim IDBU UNDIP 54 juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tanjungkulon yang dipimpin oleh Kepala Desa Amsori beserta perangkat desa.
Selain itu, sinergi dibangun bersama Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari yang diketuai oleh Ibu Kustiati beserta para anggotanya, serta melibatkan perwakilan masyarakat dari Dukuh Tanjung, Dukuh Tanjunganom, dan Dukuh Kemranggon.
Kolaborasi ini menjadi fondasi penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki keberlanjutan setelah kegiatan berakhir.
Berdasarkan hasil penggalian kebutuhan masyarakat, disepakati enam program kerja utama yang akan menjadi fokus pelaksanaan pengabdian. Program tersebut meliputi penguatan media komunikasi desa sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat, digitalisasi manajemen Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi.
Penerapan teknologi pengolahan sampah guna mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, pemasangan jaringan listrik di area bank sampah untuk menunjang operasional, pembangunan saluran air sebagai pendukung fasilitas kegiatan, serta pembuatan mini green house sebagai media edukasi dan pengembangan pertanian skala rumah tangga.
Koordinasi yang dilakukan sejak tahap awal diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan seluruh program sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tanjungkulon.
Selain menjadi wadah implementasi keilmuan bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata UNDIP dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami berkomitmen menyusun program yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan seluruh mitra, kami berharap setiap kegiatan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Tanjungkulon," ujar Brian Pradana, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing sekaligus Ketua Tim Pengabdian.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjungkulon, Amsori, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan UNDIP dalam mendukung pembangunan desa melalui program pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.
"Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Tanjungkulon," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, Kustiati, yang berharap program digitalisasi dan pengembangan teknologi pengolahan sampah mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan bank sampah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
"Kami optimistis pendampingan dari Tim IDBU UNDIP akan memperkuat pengelolaan bank sampah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga," tuturnya.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mitra masyarakat, dan warga, Tim IDBU UNDIP 54 berharap seluruh rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN Tematik dapat terlaksana sesuai rencana hingga berakhir pada 22 Agustus 2026.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran fisik berupa sarana dan prasarana pendukung, tetapi juga meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan Desa Tanjungkulon pada masa mendatang.