PanturaNews (Brebes) - Musim kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di wilayah selatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sedikitnya terdapat enam desa di tiga kecamatan yang kini mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Rincian wilayah rawan kekeringan tersebut meliputi empat desa di Kecamatan Bantarkawung, satu desa di Kecamatan Bumiayu, dan satu desa di Kecamatan Tonjong.
Sebagai langkah penanganan cepat, BPBD Brebes mulai memasok bantuan air bersih massal ke titik-titik terdampak.
Salah satunya di Dukuh Wiru (RT 03 hingga RT 06 / RW 04), Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu. Di lokasi ini, sebanyak 539 jiwa tercatat langsung mengandalkan dropping air dari pemerintah untuk bertahan hidup.
Koordinator Satgas BPBD Wilayah Selatan, Budi S, membenarkan bahwa pengiriman logistik air bersih ini didasarkan pada lonjakan permohonan bantuan dari pihak pemerintah desa setempat.
"Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan warga terkait bantuan air bersih," ujar Budi saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).
Dalam operasi darurat di Desa Pruwatan tersebut, BPBD mengerahkan dua armada mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Total pasokan air bersih yang digelontorkan untuk warga Dukuh Wiru mencapai 10.000 liter dalam sekali ritase.
"Total ada dua armada yang kami turunkan dalam penyaluran air Brebes di desa tersebut," tambah Budi.
Pihaknya memastikan akan terus bersiaga dan melakukan pemantauan ketat terhadap desa-desa lain yang berpotensi mengalami krisis serupa.
Distribusi bantuan air bersih akan dijadwalkan secara berkala sesuai skala prioritas dan tingkat urgensi di lapangan.
Menyikapi situasi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih serta dialokasikan hanya untuk kebutuhan pokok.
Pihak perangkat desa juga diminta segera melapor secara resmi ke posko BPBD apabila wilayahnya mulai mengalami kekeringan ekstrem agar dapat segera dijadwalkan pengiriman bantuan.