Sabtu, 18/07/2026, 20:18:11
Formagi Terbentuk, 226 Satuan Pelayanan Gizi di Brebes Ditargetkan Bergabung
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Para mitra penyedia layanan gizi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, resmi membentuk Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi). 

Wadah ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyiasati dinamisnya perubahan kebijakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Formagi Brebes, Muhaemin, menargetkan seluruh 226 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Brebes dapat segera bergabung dalam wadah ini. Hingga saat ini, baru tercatat 102 SPPG yang resmi menjadi anggota.

"Kalau kita sendiri-sendiri kurang enak. Kalau bersama-sama, ada kebersamaan dan kekompakan," ujar Muhaemin di sela kegiatan Rembug Formagi di Hall Hotel Anggraeni, Jatibarang, Brebes, Sabtu (18/7/2026).

Muhaemin menjelaskan, keberadaan Formagi menjadi sangat krusial sebagai jembatan informasi apabila terdapat instruksi atau kebijakan baru dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satu agenda mendesak yang akan dikoordinasikan melalui forum ini adalah rencana pemerataan jumlah penerima manfaat di setiap SPPG. Saat ini, distribusi kuota dinilai masih timpang dan berbeda-beda antar-satuan layanan.

Beberapa SPPG tercatat harus melayani hingga 3.000 penerima manfaat, sementara sebagian lainnya hanya mengondisikan sekitar 2.000 penerima.

"Kalau ada kebijakan pemerataan dari pusat, tentu akan lebih mudah dan cepat dikoordinasikan melalui forum ini," kata Muhaemin menambahkan.

Di wawancara terpisah, Koordinator Wilayah BGN Brebes, Arya Dewa Nugrahan, mengapresiasi langkah para mitra. 

Menurutnya, Program MBG di Brebes memikul tanggung jawab besar karena menyasar 446.000 penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah hingga ibu hamil.

Arya juga menepis kritik publik yang sempat menilai insentif operasional mitra sebesar Rp 6 juta per hari hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata. Ia menegaskan, para mitra justru memiliki komitmen sosial dan lingkungan yang tinggi.

Selain rutin menyalurkan santunan kepada anak yatim, Formagi kini mulai menginisiasi pengelolaan limbah organik dari sampah sisa operasional SPPG.

"Formagi sudah mengembangkan budidaya maggot dari sampah organik SPPG. Hasilnya tidak main-main, bisa mencapai 1 ton maggot setiap kali panen," ungkap Arya.

Ke depan, Formagi berkomitmen untuk terus memperluas sayap ke sektor peternakan agar rantai pengelolaan limbah sisa makanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita