Selasa, 30/06/2026, 22:49:22
Dipanggil Kejaksaan, Ratusan Bos Dapur MBG di Batang Gemetar
.

PanturaNews (Batang) – Ratusan pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang mendadak gemetar.

Pasalnya, mereka bersama para Ketua Yayasan yang menaungi program tersebut kompak dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, Selasa (30/6/2026).

Pantauan di lokasi, sejak pagi buta halaman depan dan samping kantor Kejari Batang sudah disesaki puluhan mobil mewah. 

Kendaraan-kendaraan tersebut diketahui milik para "bos" yayasan dan pengelola dapur gizi dari seluruh pelosok Kabupaten Batang yang memenuhi panggilan Aparat Penegak Hukum (APH).

Informasi yang dihimpun, pemanggilan ini berdasarkan pesan berantai bernada 'undangan wajib' yang tersebar di grup-grup WhatsApp pengelola. Isinya cukup bikin ketar-ketir. 

Para pemilik SPPG dan ketua yayasan diminta hadir sendiri tanpa diwakilkan, lengkap dengan membawa berkas Berita Acara (BA) Verifikasi hingga Surat Kepemilikan Bangunan.

"Yang tidak menghadiri undangan tersebut, artinya siap menerima konsekuensi yang lebih lanjut. Tidak ada surat fisik dari Kejari, namun jika mangkir akan ada konsekuensi lanjutan catatan ke Kejaksaan Agung," tulis bunyi pesan berantai yang diterima redaksi, Selasa 30 Juni 2026.

Pihak Kejaksaan bahkan membagi jadwal pemeriksaan maraton selama dua hari guna menghindari penumpukan massa. 

Untuk hari Selasa, giliran pengelola dari Kecamatan Bandar, Blado, Reban, Subah, Pecalungan, Bawang, Banyuputih, Gringsing, Limpung, dan Tersono yang digarap. Sementara sisanya, dijadwalkan Rabu (1/7/2026) besok.

Menanggapi kehebohan tersebut, Kepala Kejari Batang melalui Kepala Seksi Intelijen, Acep Viki Rosdinar, langsung angkat bicara. 

Ia meluruskan bahwa pemanggilan tersebut bukan terkait kasus hukum atau korupsi, melainkan murni perintah dari pusat.

"Kami hanya melaksanakan instruksi dari pimpinan pusat untuk melakukan pendataan Yayasan dan SPPG yang ada di Kabupaten Batang," kata Acep kepada awak media.

Acep meminta masyarakat dan pengelola tidak panik berlebihan. "Hanya pendataan saja untuk tahu mana SPPG yang sudah beroperasi. Dan Alhamdulillah, tadi para pemilik serta ketua yayasan kooperatif, semuanya sudah pada datang," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita