PanturaNews (Brebes) - Ribuan massa yang terdiri dari elemen ibu-ibu, pelaku UMKM dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga relawan menggelar aksi damai di depan Gedung Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (29/6) siang.
Selain menyuarakan dukungan agar program nasional pemenuhan gizi tidak dihentikan, aksi ini juga menjadi panggung seruan persatuan dan kerukunan pasca-dinamika politik di wilayah tersebut.
Massa aksi mengawali kegiatan dengan melakukan longmarch secara tertib dan kondusif dari Stadion Karangbirahi menuju depan Pendopo Kabupaten Brebes sejak pukul 14.00 WIB.
Sembari membawa poster bernada positif, peserta aksi terus mengumandangkan pentingnya menjaga situasi daerah tetap sejuk dan "guyub rukun".
"Program MBG di Brebes yang melibatkan 190 dapur produksi terbukti nyata mendongkrak ekonomi keluarga dan membuka lapangan pekerjaan. Kami ingin program ini terus berjalan demi kemaslahatan masyarakat," ujar Wakil Ketua Forum Masyarakat Peduli Gizi (Formagi) Kabupaten Brebes, Untung Surodi, dalam orasinya, Senin (29/6).
Aksi yang berlangsung sejuk ini ditemui langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja, serta didampingi sejumlah anggota DPRD Brebes.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengapresiasi cara penyampaian aspirasi warga yang berjalan sangat tertib.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh suara masyarakat untuk disampaikan ke tingkat pusat.
"Seluruh aspirasi ini, baik yang pro maupun kontra, kami tampung secara resmi dan segera kami teruskan langsung kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto," kata Paramitha di hadapan massa.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Brebes Wurja menambahkan bahwa Pemkab Brebes terus membuka ruang dialog terbuka dengan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan transisi dan keberlanjutan kebijakan nasional berjalan selaras di daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Brebes Fraksi Partai Golkar, Pamor Wicaksono, yang turut hadir mengingatkan warga agar tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik.
"Meskipun pilihan kita berbeda dalam demokrasi, kita harus tetap guyub rukun. Kritik silakan disampaikan, namun dengan cara yang baik, santun, dan beretika," tutur Pamor.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan nasional yang berdampak langsung pada perbaikan gizi masyarakat bawah.
Aksi yang mendapatkan pengawalan ketat namun humanis dari aparat gabungan Polres Brebes dan TNI Kodim 0713/Brebes ini berakhir dengan tertib pada pukul 15.30 WIB.
Sebelum membubarkan diri secara mandiri, massa menggelar doa bersama untuk kemakmuran dan kedamaian Kabupaten Brebes yang berlandaskan semangat Gemah Ripah Ripah Loh Jinawi.