Senin, 18/05/2026, 20:01:56
Satu-satunya Perwakilan Jateng, Musyrif Diny Gus Sholah Kunjungi Jemaah Haji Brebes di Makkah
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Makkah) — Jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SOC 8 asal Kabupaten Brebes menerima kunjungan khusus dari Tim Ahli Syariah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pusat, KH. Sholahudin atau yang akrab disapa Gus Sholah, di hotel pemondokan mereka di Makkah, Senin (18/5).

Kehadiran Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda tersebut menjadi momen penting bagi jemaah asal Brebes. 

Gus Sholah, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Brebes, tahun ini ditunjuk oleh Kemenhaj Pusat sebagai bagian dari 32 Musyrif Diny (sebelumnya dikenal sebagai Mustasyar Diny) se-Indonesia, dan menjadi satu-satunya ulama perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya ke Kloter SOC 8, Gus Sholah memberikan wejangan mendalam agar para jemaah senantiasa menjaga kesucian niat dan menjaga ketahanan mental serta fisik menjelang puncak haji.

"Gus Sholah memberikan arahan langsung kepada jemaah haji untuk kembali meluruskan niat ibadah, serta menekankan pentingnya menaati segala peraturan dan arahan dari Kemenhaj pada pelaksanaan puncak haji nanti," ujar Petugas Haji Daerah (PHD) Umum Kloter SOC 8, Azmi Asmuni Majid, Senin (18/5).

Sebagai informasi, Musyrif Diny merupakan tim elite bentukan Kemenhaj RI yang terdiri dari para ulama dan kiai lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tingkat pusat. 

Diketuai oleh KH Cholil Nafis, tim ini memegang fungsi krusial sebagai penentu kebijakan syariah, termasuk merumuskan fatwa fikih kontemporer seperti skema murur, tanazul, safari wukuf, hingga ketentuan pembayaran dam.

Selain mengawal aspek hukum fikih, tim ahli ini bertugas memberikan bimbingan manasik langsung di Tanah Suci guna memberikan ketenangan ibadah, sekaligus mengawasi seluruh layanan, mulai dari transportasi hingga konsumsi agar tetap mematuhi validitas syariat Islam.

Kunjungan ini menjadi suntikan spiritual berharga bagi 352 jemaah Kloter SOC 8 di tengah tantangan cuaca ekstrem di Makkah yang saat ini menyentuh suhu hingga 44^\circ\text{C} dan berdebu.

Azmi Majid melaporkan, secara umum kondisi jemaah asal Brebes terpantau kondusif dan tetap dapat melaksanakan ibadah, baik di hotel maupun di Masjidil Haram. Sinergi antara PHD dan lima petugas PPIH Kloter SOC 8 lainnya, yakni Karwono (Ketua Kloter), Dr. Ratoni, Lc (Pembimbing Ibadah), dr. Naely (Tim Medis), Ns. Gandar (Perawat), dan Supardi (PHD Kesehatan) terus diintensifkan.

"Kami berkolaborasi mengontrol konsumsi, melakukan visitasi berkala, serta menggalakkan edukasi pentingnya menjaga Nusuk (kartu identitas haji) serta gerakan minum oralit untuk mengantisipasi kelelahan akibat cuaca panas," jelas Azmi.

Terkait kondisi kesehatan, tim medis saat ini masih memantau intensif satu jemaah bernama Siska yang sudah dirawat lebih dari sepekan di RS Annor International Makkah. 

Sementara itu, satu jemaah lain bernama Masjuki yang sempat dirawat sejak 16 Mei, kini dilaporkan telah pulih dan kembali ke penginapan.

Menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), para petugas bersama pihak syarikah (maktab) juga dikabarkan telah menyelesaikan survei lokasi tenda guna memastikan kesiapan fasilitas bagi jemaah haji asal Brebes.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita