Rabu, 13/05/2026, 21:11:31
Surga Untukmu Nak... Momen Ibu Gantikan Almarhumah Putrinya Pakai Toga Wisuda di UIN Gus Dur Pekalongan
.

PanturaNews (Pekalongan) - Suasana pelaksanaan Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan yang berlangsung di Gedung Student Centre berubah penuh haru. Isak tangis tak terbendung saat seorang ibu naik ke podium untuk mewakili putrinya yang telah meninggal dunia.

Wisudawati tersebut adalah Fatimah Az Zahro, mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Fatimah sedianya dilantik sebagai sarjana hari ini, namun ia mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 23 April 2026 lalu.

Kehadiran Fatimah dalam prosesi sakral tersebut digantikan oleh sang ibu, Sri Narsih. Saat nama Fatimah dipanggil oleh pembawa acara, Sri Narsih melangkah perlahan menuju podium. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima ijazah putrinya yang diserahkan langsung oleh jajaran senat universitas.

Sontak, suasana di dalam gedung yang tadinya riuh dengan sorak-sorai kelulusan mendadak hening. Banyak wisudawan dan orang tua wali lainnya yang terlihat menyeka air mata menyaksikan momen perjuangan seorang ibu menjemput gelar sarjana untuk anaknya yang telah tiada.

Pihak UIN Gus Dur Pekalongan menyatakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Fatimah. Almarhumah dikenal sebagai mahasiswi yang tekun di prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

"Kepergian almarhumah adalah kehilangan besar bagi kami. Namun, hari ini kami memberikan penghormatan terakhir atas kerja keras dan dedikasinya menyelesaikan studi," ungkap salah satu perwakilan kampus di lokasi.

Sejumlah rekan angkatan Fatimah mengaku sangat terpukul. Salah satu sahabat almarhumah menyebut bahwa mengenakan toga adalah impian yang sering dibicarakan Fatimah menjelang kelulusan.

"Kami merasa dia ada di sini bersama kami. Gelar ini adalah bukti perjuangannya yang luar biasa," ujar salah satu rekan setimpalnya.

Meski raga Fatimah telah tiada, namanya kini resmi tercatat sebagai lulusan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Doa-doa terbaik mengalir dari seluruh peserta wisuda untuk almarhumah dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita