PanturaNews (Brebes) — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes resmi meluncurkan aplikasi "Bangsaku" dalam agenda Pendidikan Politik bagi Masyarakat yang digelar di Aula Bumiayu, Kabupaten Brebes, Senin (11/5).
Inovasi ini ditujukan untuk mempercepat digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat stabilitas politik di tingkat lokal.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, mengatakan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sadar politik dan dewasa dalam berdemokrasi.
"Kami berharap aplikasi Bangsaku ini tidak hanya menjadi media digital semata, tetapi juga menjadi wadah yang mampu mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Cecep dalam sambutannya di hadapan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan yayasan se-Kecamatan Bumiayu.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber Supardi, menjelaskan bahwa aplikasi Bangsaku hadir sebagai solusi atas kompleksitas dinamika sosial di tahun 2026. Arus informasi yang cepat menuntut pemerintah untuk bergerak lebih responsif dan transparan.
Salah satu fitur unggulan dalam aplikasi ini adalah digitalisasi administrasi untuk organisasi kemasyarakatan.
"Digitalisasi administrasi, seperti surat keterangan terdaftar ormas dan rekomendasi penelitian, kini kita pangkas birokrasinya agar lebih cepat dan transparan," jelas Supardi. Ia menambahkan bahwa aplikasi ini adalah jembatan untuk memperkuat semangat nasionalisme di era digital.
Implementasi Perbup Nomor 7 Tahun 2026
Selain aspek teknologi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 7 Tahun 2026. Sofyan Affendi, menjelaskan bahwa regulasi tersebut merupakan landasan krusial bagi tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
"Perbup ini bukan sekadar urusan administratif. Dari kacamata Kesbangpol, ini adalah instrumen penting untuk menciptakan ketertiban dan keadilan yang menjadi pondasi utama stabilitas nasional di tingkat lokal," tegas Sofyan.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Kabid Poldagri, Fetiana Dwiningrum, perwakilan ormas, serta tokoh masyarakat ini berlangsung dengan khidmat, dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga paparan materi teknis. Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berjalan aman dan kondusif hingga akhir acara.