Senin, 11/05/2026, 18:23:01
Siswa SMP di Tegal Jadi Korban Pengeroyokan, Polisi Buru 3 Terduga Pelaku
.
.

Foto : Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) — Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial NK (13) di Kota Tegal, Jawa Tengah, diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga orang remaja. 

Insiden yang terjadi di kawasan GOR Tegal Selatan pada Jumat (8/5) lalu ini mengakibatkan korban mengalami luka fisik serius hingga trauma mendalam.

Pihak keluarga korban telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tegal Kota. Saat ini, kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut tengah ditangani oleh jajaran Satreskrim Polres Tegal Kota.

Kuasa hukum keluarga korban, Adi Jefry Hermanto, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula dari aksi saling ejek antara korban dan salah satu pelaku melalui pesan singkat WhatsApp. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pura Kusuma.

"Pelaku ternyata tidak datang sendirian. Karena situasi di TMP saat itu ramai, korban kemudian digiring oleh para pelaku ke arah GOR Tegal Selatan," ujar Jefry kepada awak media, Senin (11/5).

Sesampainya di lokasi, Jefry menyebut sempat terjadi duel antara korban dan salah satu pelaku. Namun, saat pelaku mulai terdesak, dua rekan pelaku lainnya ikut turun tangan dan mengeroyok korban.

"Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam hampir di sekujur tubuhnya. Korban juga mengalami trauma berat dan sampai hari ini belum berani keluar rumah," imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen, mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Ia menegaskan bahwa tim penyidik sedang melakukan pendalaman melalui proses penyelidikan.

"Benar, kami telah menerima laporan kejadian itu. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata AKP Husen.

Polisi telah mengantongi identitas tiga orang terduga pelaku yang berinisial A, N, dan M. Ketiganya diketahui merupakan warga Kota Tegal.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal bergerak cepat menyikapi kasus kekerasan yang menimpa pelajar kelas 7 tersebut. 

Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh, mengaku, telah mendatangi sekolah korban untuk melakukan koordinasi.

"Hari ini kita sudah ke sekolah dan meminta agar pihak sekolah lebih proaktif jika menemukan kasus-kasus seperti itu," tegas Dewi.

Dewi menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban guna memulihkan traumanya, sekaligus mengawal seluruh proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita