PanturaNews (Pekalongan) — Program penguatan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mulai direalisasikan di daerah.
Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu wilayah yang mulai menerima distribusi kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Penyerahan bantuan tahap awal tersebut dilakukan di halaman Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/5).
Puluhan armada ini diproyeksikan menjadi tulang punggung logistik untuk mengangkut hasil bumi dan produk UMKM dari desa-desa.
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan, bantuan alat transportasi tersebut merupakan langkah konkret pemerintah pusat dalam menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya adalah memperkuat kemandirian ekonomi desa agar mampu bersaing.
"Ini adalah cita-cita Bapak Presiden Prabowo untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya di desa. Dengan armada ini, sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM diharapkan mendapat multiplier effect yang luar biasa," ujar Sukirman.
Ia juga memberi instruksi tegas kepada para pengurus koperasi agar menjaga aset tersebut.
"Kendaraan ini harus dirawat, pemanfaatannya harus efisien, dan tidak boleh digunakan selain untuk operasional Koperasi Merah Putih," tegasnya.
Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, menjelaskan bahwa bantuan kendaraan ini diberikan kepada titik koperasi yang pembangunannya telah mencapai 100 persen.
"Sore ini didistribusikan 29 mobil pickup 4x4 untuk KDKMP yang sudah selesai 100 persen di Kabupaten Pekalongan," ujar Garry.
Garry merinci, setiap titik koperasi nantinya akan mendapatkan alokasi armada yang lengkap untuk menunjang mobilitas, antara lain:
1 Unit Truk (dalam proses pengiriman)
1 Unit Mobil Pickup 4x4
2 Unit Motor Roda Tiga
Dari total 282 lahan yang direncanakan di Pekalongan, saat ini terdapat 151 lahan terverifikasi dan 60 bangunan yang sudah rampung sepenuhnya.
Merespons bantuan tersebut, Kepala Desa Karyamukti, Nurwasis, menyambut positif keseriusan pemerintah pusat. Namun, ia menekankan bahwa bantuan fisik berupa kendaraan harus dibarengi dengan edukasi manajerial.
"Harapannya bukan hanya bantuan barang, tapi juga pembinaan. Supaya koperasi ini bisa terus berjalan, bermanfaat untuk warga, dan kegiatan produksi di desa bisa terpenuhi," pungkas Nurwasis.