Kamis, 30/04/2026, 15:36:53
Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Paguyangan-Kedungoleng Longsor
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Akses transportasi di wilayah selatan Kabupaten Brebes lumpuh akibat jalan poros Paguyangan–Kedungoleng ambrol tergerus arus Sungai Depok pada Rabu sore, 29 April 2026. 

Longsor sepanjang 35 meter tersebut menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan mengancam mobilitas ratusan warga.

Peristiwa ini terjadi di Dukuh Benda, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, sekitar pukul 17.30 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Depok meningkat dan mengikis dinding tebing setinggi 5 meter yang menopang badan jalan.

Dampak dari ambrolnya jalan poros ini dirasakan langsung oleh sedikitnya 600 kepala keluarga (KK) dari tujuh RT di Desa Kedungoleng. Jalur yang merupakan urat nadi distribusi logistik dan akses layanan kesehatan tersebut kini hanya menyisakan lebar sekitar 1 meter.

Mulyono, warga setempat, menyatakan kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan desa mereka terisolasi sepenuhnya. 

"Jalur ini selama ini menjadi urat nadi penghubung antarwilayah, termasuk untuk aktivitas ekonomi masyarakat," kata dia, Kamis, 30 April 2026.

Selain dampak ekonomi, dua fasilitas pendidikan, yakni SD Kedungoleng 3 dan TK Al Barkah, juga ikut terdampak karena letaknya yang berada di jalur rawan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wilayah Bumiayu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan asesmen teknis di lokasi longsor.

Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, memastikan akan segera melakukan langkah darurat. 

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah mencegah kerusakan meluas mengingat kondisi tanah yang masih labil.

“Langkah cepat akan diupayakan agar akses warga tidak terputus total,” ujar Sri Hartanti.

Untuk sementara, petugas di lapangan meminta warga untuk membatasi aktivitas di sekitar lokasi, terutama saat hujan kembali mengguyur. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko jatuhnya korban akibat potensi longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita