PanturaNews (Tegal) - Seorang anak dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan Desa Kaligangsa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu (1/3) sore. Korban diduga tidak menghiraukan peringatan rekan-rekannya saat kereta melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bersama tiga orang temannya sedang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit di sekitar area rel kereta api.
"Korban sudah diperingatkan oleh tiga temannya bahwa ada kereta yang akan lewat, namun peringatan tersebut tidak digubris," tulis laporan warga yang dikutip pada Minggu malam.
Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat dihindarkan. Korban yang diketahui merupakan warga Bulakpacing, Kecamatan Dukuhturi, Tegal, tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat di bagian kepala.
Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan di jalur kereta api wilayah Tegal dan Brebes. Dalam satu bulan terakhir, dilaporkan telah terjadi beberapa insiden serupa yang melibatkan warga di sekitar jalur rel.
Pihak terkait terus menghimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur kereta api karena sangat membahayakan nyawa.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas dan pihak keluarga. Kepolisian setempat pun terus melakukan pendalaman terkait kronologi pasti insiden maut tersebut.
PanturaNews (Tegal) -- Seorang anak dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan Desa Kaligangsa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu (1/3) sore.
Korban diduga tidak menghiraukan peringatan rekan-rekannya saat kereta melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bersama tiga orang temannya sedang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit di sekitar area rel kereta api.
"Korban sudah diperingatkan oleh tiga temannya bahwa ada kereta yang akan lewat, namun peringatan tersebut tidak digubris," ujar laporan warga yang dikutip pada Minggu malam.
Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat dihindarkan. Korban yang diketahui merupakan warga Bulakpacing, Kecamatan Dukuhturi, Tegal, tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat di bagian kepala.
Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan di jalur kereta api wilayah Tegal dan Brebes. Dalam satu bulan terakhir, dilaporkan telah terjadi beberapa insiden serupa yang melibatkan warga di sekitar jalur rel.
Pihak terkait terus menghimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur kereta api karena sangat membahayakan nyawa.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas dan pihak keluarga. Kepolisian setempat pun terus melakukan pendalaman terkait kronologi pasti insiden maut tersebut.