Minggu, 01/03/2026, 21:00:36
Pipa Utama Hancur Diterjang Banjir, 2.492 KK di Desa Dawuhan Krisis Air Bersih
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) -- Ribuan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih menyusul hancurnya jaringan pipa utama akibat banjir bandang dan tanah longsor. 

Bencana yang terjadi pada akhir Januari lalu itu memutus total suplai air dari sumber mata air Tuk Suci.

Kepala Desa Dawuhan, Iwan Budi Siswanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 2.492 kepala keluarga (KK) di wilayah lereng Gunung Slamet tersebut kini terpaksa bertahan tanpa pasokan air bersih selama lebih dari dua pekan.

"Kerusakan jaringan air bersih menjadi dampak paling berat karena menyangkut kebutuhan dasar warga. Sudah lebih dari dua pekan warga mengalami krisis," ujar Iwan, 1 Maret 2026.

Kerugian Mencapai Rp4,3 Miliar

Berdasarkan pendataan pemerintah desa, kerusakan parah terjadi pada pipa galvanis berdiameter 8 inci sepanjang 2,5 kilometer. Derasnya arus banjir bandang bahkan membuat sebagian besar jaringan pipa hilang terseret material longsor.

Total kerugian akibat bencana alam yang terjadi pada 23 Januari 2026 tersebut diperkirakan menembus angka Rp4,3 miliar.

Kondisi geografis yang rawan membuat pihak desa harus memutar otak. Dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar di GOR Desa Dawuhan, disepakati bahwa jalur pipa akan direlokasi ke area yang lebih aman.

"Hasil Musdesus memutuskan pembangunan kembali jaringan pipa dengan jalur baru. Meski jaraknya lebih jauh, ini dilakukan untuk menghindari ancaman banjir di masa depan," tegas Iwan.

Iuran Swadaya dan Gotong Royong

Mengingat urgensi kebutuhan air, warga sepakat untuk melakukan langkah darurat. Pasalnya, saat ini pihak desa baru memiliki anggaran sekitar Rp200 juta yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD).

Untuk menutupi kekurangan biaya pembangunan yang besar, setiap kepala keluarga sepakat memberikan iuran swadaya sebesar Rp500 ribu. Proses pengerjaan nantinya akan dilakukan secara gotong royong dengan skema padat karya.

Selama proses perbaikan berlangsung, warga Desa Dawuhan terpaksa mengandalkan sumber air alternatif yang terbatas dan melakukan penghematan ekstrem untuk kebutuhan masak serta sanitasi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita