PASAR merupakan pilar penting dalam sistem ekonomi desa karena menjadi ruang distribusi produk, interaksi sosial, sekaligus penggerak aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketika sebuah pasar mengalami kevakuman, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pada penurunan transaksi, tetapi juga pada melemahnya eksistensi pelaku usaha lokal.
Kondisi inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan program kerja Divisi Ekonomi Mahasiswa KKN Kelompok 21 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, melalui kegiatan bertajuk Pemberdayaan UMKM melalui Revitalisasi Pasar Sandikala.
Program ini dilaksanakan pada 15 Februari 2026 pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, sebagai langkah konkret menghidupkan kembali Pasar Sandikala di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Kabupaten Brebes, yang telah vakum selama beberapa waktu.
Kegiatan ini menargetkan masyarakat umum serta pelaku UMKM Desa Dawuhan, khususnya Dukuh Paingan. Revitalisasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif, yakni melibatkan masyarakat secara langsung dalam rangkaian aktivitas yang dirancang untuk menciptakan kembali keramaian dan daya tarik pasar.
Strategi ini didasarkan pada pemahaman, bahwa keberlangsungan pasar tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pedagang, tetapi juga oleh intensitas kunjungan dan interaksi sosial di dalamnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama anak-anak dan warga Desa Dawuhan. Aktivitas ini berfungsi sebagai pemicu awal untuk menarik kehadiran masyarakat sejak pagi hari.
Kehadiran warga dalam jumlah besar secara simultan menciptakan suasana ramai yang penting dalam membangun kembali citra pasar sebagai ruang yang aktif dan hidup. Keramaian menjadi elemen kunci dalam menciptakan persepsi positif serta mendorong partisipasi ekonomi selanjutnya.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan pojok literasi. Kehadiran pojok literasi bertujuan memperluas fungsi pasar sebagai ruang edukatif dan interaksi komunitas. Integrasi antara aktivitas ekonomi dan literasi memberikan nilai tambah tersendiri, sehingga pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan wawasan masyarakat.
Bazar UMKM menjadi inti dari program revitalisasi ini. Pelaku usaha lokal diberikan kesempatan untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen. Momentum ini menjadi sarana promosi sekaligus pemulihan aktivitas ekonomi yang sebelumnya terhenti akibat kevakuman pasar. Interaksi langsung antara penjual dan pembeli diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan konsumen terhadap produk lokal serta meningkatkan potensi penjualan.
Sebagai penutup, kegiatan karaoke bersama diselenggarakan untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga antusiasme warga. Unsur hiburan ini menjadi bagian dari strategi menciptakan pengalaman positif di Pasar Sandikala. Ketika masyarakat merasa nyaman dan terhibur, maka kecenderungan untuk kembali berkunjung akan semakin besar.
Program revitalisasi ini menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM dapat dimulai dari pengaktifan kembali ruang ekonomi yang sempat terhenti. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, Pasar Sandikala diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Desa Dawuhan.
Revitalisasi bukan sekadar menghidupkan pasar secara fisik, tetapi membangkitkan kembali semangat kolektif untuk memperkuat ekonomi lokal secara bersama-sama.
Tim Mahasiswa KKN Kelompok 21 UPB di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes:
Razita Firda Maulina (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), Muhamad Fariz Al Ghifari (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), Muhammad Aa Rizki (Fakultas Ekonomi Dan Bisnis), Widya Mar'atu Sholikhah (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan).
Istighfari Dara Maulidia (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), Zela Nailul Azkiya (Fakultas Sains Dan Tekhnologi), Cintya Aulia Oktaviani (Fakultas Ekonomi Dan Bisnis), Sabrina Zerlinda Rokhan (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), Mutiara Ratnaningtias (Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), Nirvana Pretty Ali (Fakultas Sains Dan Tekhnologi).