Minggu, 22/02/2026, 08:38:55
Serbuan Takjil Jelang Magrib: Kehadiran Mahasiswa KKN Semarakkan Bazar Ramadan Pagojengan
OLEH: TIM KELOMPOK 12 KKN MAHASISWA UPB
.

AROMA ayam bakar mengepul di udara, es buah berwarna-warni tersusun rapi dalam gelas plastik, dan antrean mulai memanjang bahkan sebelum azan Magrib berkumandang.

Di tengah riuhnya Bazar Ramadan Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, menjadi warna tersendiri -bukan hanya sebagai pemburu takjil, tetapi juga sebagai penggerak ramainya UMKM lokal.

Bazar Ramadan yang digelar di Desa Pagojengan menjadi salah satu pusat aktivitas warga menjelang waktu berbuka. Beragam kuliner tersaji menggoda selera: dimsum hangat yang baru diangkat dari kukusan.

Juda ada cireng isi dengan sambal pedas yang menggugah, es teh jumbo pelepas dahaga, es buah segar yang manis, hingga ayam bakar dengan aroma khas bumbu meresap. Setiap lapak menghadirkan cita rasa sederhana namun penuh kehangatan khas desa.

Kehadiran mahasiswa KKN UPB di tengah bazar bukan sekadar untuk menikmati suasana. Secara tidak langsung, mereka turut berperan dalam meningkatkan daya beli dan meramaikan lapak-lapak UMKM.

Interaksi hangat antara mahasiswa dan para pedagang menciptakan suasana kekeluargaan transaksi bukan hanya soal jual beli, tetapi juga tentang dukungan dan kebersamaan.

Dalam pandangan opini, momentum seperti ini memiliki makna lebih luas. Bazar Ramadan bukan hanya tradisi musiman, melainkan ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

UMKM desa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan, sementara mahasiswa belajar langsung tentang dinamika ekonomi mikro di lingkungan pedesaan.

Mahasiswa KKN yang ikut memborong takjil secara sederhana telah menunjukkan bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil. Setiap pembelian dimsum, es buah, atau cireng isi adalah kontribusi kecil yang berdampak besar bagi roda perekonomian lokal. Bahkan es teh jumbo yang terlihat sederhana pun menjadi simbol ramainya transaksi sore itu.

Selain aspek ekonomi, kehadiran mahasiswa juga mempererat hubungan sosial dengan warga. Bazar menjadi ruang temu, ruang cerita, dan ruang tawa menjelang berbuka. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Pagojengan.

Pada akhirnya, bazar Ramadan bukan sekadar tempat berburu takjil. Ia adalah cerminan hidupnya solidaritas desa. Dan di antara antrean panjang serta senyum para pedagang, mahasiswa KKN UPB turut menjadi bagian dari denyut ekonomi dan kebahagiaan Ramadan di Desa Pagojengan.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita