Metode demonstrasi yang digunakan terasa relevan, aplikatif, dan berdampak langsung...
BELAJAR tak harus selalu duduk diam dan mendengar. Di kelas 1 SDN Pagojengan 03, tawa dan antusiasme siswa pecah saat Mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, mempraktikkan langsung cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan cara menggosok gigi yang baik dan benar.
Bukan sekadar sosialisasi, tetapi pengalaman belajar yang benar-benar “hidup”. Kegiatan ini mengusung metode pembelajaran demonstrasi sebuah pendekatan yang menekankan praktik langsung agar siswa lebih mudah memahami materi.
Dalam konteks anak kelas 1 sekolah dasar, metode ini dinilai sangat efektif. Anak-anak di usia tersebut cenderung lebih cepat menangkap pelajaran melalui contoh visual dan praktik nyata dibandingkan penjelasan teoritis semata.
Pada materi CTPS, Mahasiswa menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyakit. Namun penjelasan itu tidak berhenti pada teori. Mereka memperagakan enam langkah mencuci tangan dengan benar, lalu mengajak siswa mempraktikkannya bersama.
Suasana kelas berubah menjadi interaktif anak-anak berbaris, memperhatikan gerakan, lalu menirukannya dengan penuh semangat. Begitu pula saat sesi cara menggosok gigi yang baik dan benar.
Dengan alat peraga dan simulasi gerakan menyikat gigi, Mahasiswa menunjukkan teknik membersihkan bagian depan, samping, hingga belakang gigi. Anak-anak tampak antusias, bahkan beberapa dengan percaya diri mempraktikkan ulang di depan teman-temannya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode demonstrasi yang digunakan terasa relevan, aplikatif, dan berdampak langsung pada kebiasaan sehari-hari anak.
Lebih dari sekadar materi kebersihan, kegiatan ini menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya pola hidup sehat. CTPS dan gosok gigi bukan hanya rutinitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Kehadiran Mahasiswa KKN UPB di SDN Pagojengan 03 menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dasar dapat menciptakan suasana belajar yang lebih segar dan bermakna.
Dari tangan-tangan kecil yang belajar mencuci dan menyikat dengan benar, tersimpan harapan akan generasi yang lebih sehat dan peduli kebersihan.
Karena terkadang, perubahan besar memang dimulai dari langkah sederhana dari setetes sabun dan sebatang sikat gigi di ruang kelas kecil desa.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).