Senin, 04/08/2025, 22:37:19
Unik dan Mistis! Tradisi Gendong Manten Saat Lewati Sungai Pemali di Brebes
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Sepasang pengantin di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digendong saat menyeberangi jembatan di atas Sungai Pemali.

PanturaNews (Brebes) - Sebuah tradisi unik kembali mencuri perhatian publik. Sepasang pengantin di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digendong saat menyeberangi jembatan di atas Sungai Pemali. 

Aksi ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menghormati mitos yang diyakini turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Dalam video yang beredar luas di berbagai media sosial dan grup WhatsApp, pengantin pria dan wanita tampak digendong oleh keluarga mereka saat menyeberangi jembatan, usai prosesi ijab kabul dan seserahan. 

Prosesi ini berlangsung di sekitar kawasan perkotaan Brebes, tepat di atas jembatan Sungai Pemali yang dikenal memiliki nuansa mistis.

Orang tua pengantin wanita, Tarmudi, menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan bentuk ikhtiar agar rumah tangga anaknya selamat dan langgeng.

“Itu cuma mengikuti kepercayaan orang tua. Kalau pengantin baru menyeberangi Sungai Pemali, harus digendong. Biar selamat semuanya,” katanya, Senin (4/8/2025).

Ia menjelaskan, kepercayaan ini masih kuat dipegang oleh masyarakat Brebes, terutama mereka yang tinggal dekat dengan Sungai Pemali. 

Konon, sungai tersebut dipercaya dihuni oleh makhluk gaib seperti buaya putih dan siluman lembudana lembidini, sepasang makhluk mistis berwujud ular berkepala kerbau.

Pamong Budaya Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Muhammad Sopan, mengakui bahwa tradisi tersebut memang masih dijalankan oleh sebagian warga.

“Ini bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur. Bagi yang percaya, lebih baik mematuhi daripada mengambil risiko,” ungkapnya.

Ia menegaskan, mitos seperti ini adalah bagian dari cerita rakyat yang memperkaya keberagaman budaya lokal. Meski tidak semua orang mempercayainya, namun tradisi semacam ini tetap dilestarikan sebagai bentuk kearifan lokal.

“Tradisi ini bukan untuk ditakuti, tapi dihormati. Bagian dari identitas budaya Brebes,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita