PanturaNews (Brebes) – Ratusan tenaga honorer kesehatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendatangi Gedung DPRD Brebes pada Jumat (4/7/2025).
Mereka menuntut kejelasan status dan mendesak pemerintah agar segera mengangkat mereka menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Para honorer ini berasal dari 38 puskesmas, dua rumah sakit daerah, dan dua unit pelayanan teknis (UPT) kesehatan.
Mereka termasuk dalam kategori R4 yang belum masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN), meski rata-rata sudah bekerja lebih dari dua tahun.
“Kami sudah lama mengabdi, tapi belum juga diangkat menjadi ASN,” kata Ketua Umum Perhimpunan Karyawan Puskesmas Brebes, dr. Suhartono, saat audiensi dengan DPRD Brebes.
Suhartono mengaku kecewa dengan regulasi terbaru yang justru menyulitkan posisi honorer.
Ia mengatakan Keputusan MenPAN RB Nomor 16 Tahun 2025 menjadi kendala besar, dan berharap Keputusan Nomor 347 bisa menjadi jalan bagi honorer R4 ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Aspirasi tersebut diterima oleh Sekretaris Komisi I DPRD Brebes Heri Fitriansyah, Ketua Komisi IV Fery Anggriyanto, dan Sekretaris Komisi IV Abdullah Syafaat.
“Kami akan mengawal aspirasi ini hingga ke pusat. Ini soal keadilan bagi para tenaga honorer,” ujar Heri
Fery menegaskan, tenaga honorer memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan di Brebes.
“Mereka adalah tulang punggung layanan dasar kesehatan. Mari kita kawal bersama ,” katanya.
Sementara itu, Abdullah menyatakan pentingnya komunikasi aktif antara pemerintah daerah dan pusat.
“Kami akan mendorong agar para honorer bisa ikut seleksi P3K secara adil dan terbuka,” ujarnya.
Kepala BKPSDMD Brebes, Yulia Hendrawati, mengatakan pihaknya akan segera menyurati BKN dan KemenPAN RB untuk meminta arahan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, memastikan semua data honorer sudah diverifikasi.
“Kami mencatat ada 1.485 tenaga honorer nakes dan non-nakes yang tersebar di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkab. Kami terus mencari solusi terbaik,” kata Ineke.