Kamis, 22/05/2025, 07:58:30
Tangis Haru Warnai Kepindahan 130 Keluarga Pengungsi ke Huntara Brebes
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Suasana haru menyelimuti proses kepindahan 130 keluarga korban tanah gerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu (21/5/2025) sore.

PanturaNews (Brebes) – Suasana haru menyelimuti proses kepindahan 130 keluarga korban tanah gerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu (21/5/2025) sore. 

Setelah lebih dari sebulan tinggal di tenda pengungsian di kawasan Gunung Poh, mereka kini mulai menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah.

Dari pantauan, proses pemindahan dimulai pukul 16.00 WIB dengan berjalan kaki beriringan, dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Setibanya di lokasi huntara, para pengungsi tak bisa menyembunyikan kelegaan dan keharuan mereka. 

Beberapa terlihat meneteskan air mata saat menempati rumah semi permanen berukuran 4 x 5 meter yang menjadi tempat tinggal baru mereka.

Haris (37), salah satu pengungsi, mengaku sangat bersyukur meski huntara masih jauh dari kata ideal. 

“Sejak 18 April kami tinggal di tenda. Rasanya sesak dan penuh beban pikiran. Sekarang setidaknya kami punya ruang sendiri, meskipun sementara,” ungkapnya sambil memindahkan barang.

Hal serupa dirasakan Tifa (18) yang berharap bisa segera kembali ke rumah yang lebih layak. 

“Senang bisa pindah dari tenda, tapi masih berharap bisa tinggal di rumah seperti dulu,” ujarnya lirih.

Huntara yang dibangun dengan rangka baja ringan dan papan kalsibot itu dilengkapi dengan kamar mandi dan dapur bersama. Meski sederhana, bangunan ini memberikan harapan dan kenyamanan baru bagi para pengungsi yang kehilangan rumah akibat bencana

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan bahwa warga akan tetap mendapat bantuan logistik serta uang tunai Rp 10 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan dari Kementerian Sosial. 

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses relokasi ke hunian tetap.

“Meski belum permanen, kami pastikan huntara ini aman dan layak. Kami akan terus dorong agar hunian tetap bisa segera terwujud,” tegasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita