DI Desa Jeruk Legi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, jagung menjadi salah satu komoditas pertanian utama yang mendukung perekonomian petani setempat. Namun, produksi jagung di desa ini sering terhambat akibat serangan hama yang dapat merusak tanaman dan menurunkan hasil panen.
Beberapa jenis hama yang sering ditemui di lapangan antara lain wereng jagung, ulat grayak, kumbang penggerek batang, dan kutu daun. Hama-hama tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai bagian tanaman jagung, seperti daun, batang, dan tongkol, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.
Pengendalian hama jagung di Desa Jeruk Legi Wetan, memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan beragam. Salah satu cara yang banyak diterapkan oleh petani adalah pengendalian secara biologis, dengan memanfaatkan musuh alami dari hama, seperti serangga pemangsa dan parasit.
Pengendalian ini lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan manusia dan lingkungan. Selain itu, penggunaan nematoda entomopatogenik sebagai agen pengendali juga dapat membantu mengurangi populasi hama tanpa merusak tanaman.
Di sisi lain, jika pengendalian biologis tidak memadai, petani di desa ini sering kali mengandalkan pestisida kimiawi untuk mengatasi serangan hama. Meskipun efektif dalam membasmi hama, penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang tepat.
Penyemprotan pestisida yang berlebihan atau tidak tepat sasaran dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, dan juga lingkungan. Oleh karena itu, petani perlu mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan pestisida yang aman dan efektif.
Selain itu, pengendalian mekanis juga turut berperan dalam mengurangi populasi hama. Petani di Desa Jeruk Legi Wetan dapat membersihkan area sekitar tanaman jagung dari gulma yang menjadi tempat persembunyian hama atau melakukan pemangkasan terhadap bagian tanaman yang terinfeksi.
Dengan langkah-langkah ini, penyebaran hama dapat dikendalikan dengan lebih baik. Penerapan sistem tanam yang tepat juga menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi serangan hama. Misalnya, dengan melakukan rotasi tanaman atau memilih varietas jagung yang lebih tahan terhadap hama tertentu.
Pendidikan dan penyuluhan kepada petani sangat penting dalam upaya pengendalian hama di Desa Jeruk Legi Wetan. Petani yang memiliki pemahaman lebih baik mengenai jenis-jenis hama, tanda-tanda serangan, serta cara-cara pengendalian yang efektif, akan lebih cepat dalam mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah hama.
Selain itu, penyuluhan ini juga membantu petani untuk lebih bijak dalam memilih antara pengendalian kimiawi dan pengendalian hayati, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman jagung mereka. Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan produksi jagung di desa ini dapat meningkat, serta kerugian akibat hama dapat diminimalisasi.
Secara keseluruhan, pengendalian hama jagung di Desa Jeruk Legi Wetan memerlukan pendekatan yang holistik, menggabungkan berbagai metode yang ramah lingkungan, efektif, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara petani, penyuluh pertanian, dan teknologi yang ada, diharapkan hasil pertanian jagung di desa ini dapat semakin optimal, dan petani dapat terus menjaga keberlanjutan produksi jagung yang bermanfaat bagi perekonomian desa.
(Wiwin Anggraeni adalah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes. Anggota KKN UP Kelompok 2 Desa Jeruklegi Wetan)