MAHASISWA KKN Kelompok 7 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, berusaha untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan berwirausaha masyarakat.
Untuk ibu-ibu arisan RT 11 RW 06, Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, dilakukan pelatihan pembuatan brownies singkong dan desain logo kemasan produk.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan baru tentang cara mengubah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, juga akan menunjukkan betapa pentingnya branding bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Pelatihan ini disambut dengan antusias oleh para Ibu-ibu arisan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar. Kegiatan dimulai dengan penjelasan mahasiswa KKN tentang potensi singkong sebagai bahan baku makanan olahan.
Dijelaskan bahwa singkong memiliki banyak keuntungan, seperti harganya yang terjangkau, mudah didapat, dan kaya akan karbohidrat dan serat. Dengan inovasi yang tepat, singkong dapat diolah menjadi produk modern seperti brownies, yang enak dan lebih hemat biaya.
Setelah sesi teori, ibu-ibu arisan langsung diajak untuk mempraktikkan pembuatan brownies singkong. Mahasiswa KKN memandu langkah-langkahnya mulai dari mengukus dan menghaluskan singkong, mencampurkan bahan seperti cokelat, telur, gula, dan mentega, hingga teknik mencetak dan memanggang agar tekstur brownies tetap lembut dan legit.
Para Ibu-ibu arisan terlihat sangat bersemangat mencoba sendiri, bahkan beberapa di antaranya aktif bertanya tentang alternatif bahan dan variasi rasa yang bisa dibuat untuk meningkatkan daya tarik produk di pasaran.
Pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan logo dan desain kemasan produk setelah brownies matang dan siap dinikmati. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa produk yang enak saja tidak cukup dalam bisnis; tampilan kemasan dan identitas merek juga penting untuk menarik perhatian pelanggan. Logo yang menarik dan kemasan yang rapi akan meningkatkan nilai jual dan membuat produk lebih dikenal di pasaran.
Ibu-ibu arisan diajarkan prinsip-prinsip dasar desain logo, seperti memilih warna yang tepat, menggunakan font yang mudah dibaca, dan menambahkan elemen visual yang mencerminkan produk mereka. Beberapa ibu mencoba membuat sketsa logo sederhana yang nantinya dapat dibuat menjadi desain digital.
Mahasiswa juga memberikan contoh desain kemasan yang menarik dan teknik mencetak label produk yang lebih profesional.Sesi ini memberikan banyak pengetahuan baru kepada banyak Ibu-ibu arisan.
Banyak dari mereka yang mulai berpikir untuk mencoba membuat dan menjual brownies singkong dengan kemasan yang lebih menarik. Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta, dalam mengembangkan usaha berbasis bahan lokal.
Dengan inovasi dalam produk kuliner dan strategi branding yang tepat, diharapkan usaha kecil masyarakat dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Mahasiswa KKN UP Kelompok 7 Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap: Dini Andriyanah, Jihan Fanras Putri Azah, Sri Maelani Putrisari, Ana Asafatul Udmah, Alda Misqola Habah, Iyas Damayanti, Arfa Rista Caniago, Gustu Fardani, Maliki, Fahrul Ali M, Seprudin.