Jumat, 31/01/2025, 20:11:15
Mahasiswa KKN UP Mulai Observasi di SDN Prapagan: Pemetaan Program dan Koordinasi Awal
OLEH: MAHASISWA KKN UP KELOMPOK 9
.

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 9 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, observasi awal di SD Negeri Prapagan 1 dan 3, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan program kerja.

Observasi ini bertujuan untuk mengenali lingkungan sekolah, memahami kebutuhan siswa, serta membangun komunikasi dengan para guru dan kepala sekolah.

Salah satu hasil utama dari observasi ini adalah pemetaan struktur kepemimpinan di sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program KKN. Berdasarkan temuan di lapangan, SD Prapagan 2 dan SD Prapagan 3 dipimpin oleh kepala sekolah yang sama, yaitu Pak Agus Priyono, sementara SD Prapagan 1 berada di bawah kepemimpinan Bu Harti.

Mengetahui struktur kepemimpinan ini sangat penting dalam perencanaan program KKN, terutama dalam koordinasi jadwal dan kebijakan sekolah. Oleh karena itu, mahasiswa KKN telah berdiskusi langsung dengan pihak sekolah untuk memahami kebutuhan serta menyesuaikan program dengan kondisi masing-masing sekolah.

Salah satu program yang sedang dirancang adalah ecoprint, sebuah kegiatan edukatif yang mengajarkan siswa tentang teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan dedaunan dan bahan-bahan dari alam. Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan seni kepada siswa, tetapi juga memperkenalkan konsep ramah lingkungan dan keberlanjutan.

Agar kegiatan ini dapat berjalan efektif, mahasiswa KKN telah mengumpulkan data jumlah siswa kelas 4 dan 5 di SDN Prapagan sebagai dasar perencanaan:

SDN Prapagan 1 : 18 siswa di kelas 4 dan 26 siswa di kelas 5. SDN Prapagan 2: 4 siswa di kelas 4 dan 4 siswa di kelas 5. SDN Prapagan 3: 21 siswa di kelas 4 dan 21 siswa di kelas 5.

Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah bahan yang diperlukan, metode penyampaian materi, serta strategi pelaksanaan agar kegiatan ecoprint dapat berlangsung secara efektif dan interaktif.

Selain ecoprint, mahasiswa KKN juga merancang program penguatan bahasa Inggris bagi siswa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa asing siswa sejak dini, terutama dalam aspek kosakata dasar, percakapan sehari-hari, serta pengucapan yang benar.

Mahasiswa KKN juga mengusulkan proyek totebag edukatif, yaitu kegiatan pembuatan tas ramah lingkungan yang akan dikombinasikan dengan desain kreatif siswa. Totebag ini diharapkan dapat menjadi media edukasi berbasis seni, sekaligus mengajarkan pentingnya penggunaan barang yang lebih berkelanjutan dibandingkan kantong plastik sekali pakai.

Observasi awal ini menjadi tahap penting dalam memastikan program KKN berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dari hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa program-program yang telah dirancang memiliki peluang besar untuk diterapkan, dengan catatan bahwa perlu ada koordinasi lebih lanjut dengan pihak sekolah untuk menyelaraskan agenda kegiatan.

Dengan adanya dukungan dari kepala sekolah, guru, dan siswa, mahasiswa KKN Universitas Peradaban diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan dan kreativitas siswa di Desa Prapagan. Program kerja akan mulai dilaksanakan setelah tahap koordinasi selesai, dengan harapan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 09 di Desa Prapagan, Kecamatan Jeruk Legi: Dissa Shiva Oktaviani, Yusniar Ambar Uji Istiatin, Ira Afriani, Nur Afni Maeliya, Wilujeng Diaz Syahreza, Naila Alva Mabruroh, Halbila Susilo, M. Apriyanto, Ade Nurhakim, Iskandar, Fatih Nazzarudin. DPL: Yukhsan Wahyudi, M.Pd.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita