Selasa, 28/01/2025, 11:54:02
Implementasi Etika Guru Dalam Membangun Nilai Karakter Siswa
OLEH: NAILA ATHIYYA ZULFA
.

GURU sebagai ujung tombak pendidikan memiliki tugas yang sangat besar dalam membangun nilai karakter dan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri siswa. Selain itu guru juga memiliki peranan besar dalam mentransfer ilmu dan memberi bekal ilmu kepada siswa.

Betapa pentingnya peran yang dimiliki, sehingga guru dinilai sebagai sosok berpendidikan yang diharapkan mampu mendidik anak bangsa untuk masa depan. Membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter Indonesia.

Dalam mewujudkan hal ini tentunya seorang guru juga dituntut memiliki karakter serta nilai-nilai moral yang baik, agar dapat memberikan contoh bagaimana menerapkan nilai-nilai karakter kepada peserta didiknya.

Guru sebagai figur bagi siswa yang sejak dini menanamkan nilai-nilai etika, moral dan norma dalam menjalankan tugasnya, menjadi indikator dalam keberhasilannya mengajar dan mendidik. Pandangan masyarakat, guru selalu menjunjung tinggi etika dan moral, guru selalu benar, digugu dan ditiru, menjadi suri tauladan dan mereka selalu memposisikan sebagai pejuang nilai, etika dan moral di tengah-tengah masyarakat.

Guru diharapkan bukan hanya mampu memberikan ilmu pengetahuan saja tetapi juga mampu memberikan contoh perilaku yang akan menjadi pedoman bagi peserta didik dan lingkungan sekitarnya. Guru  yang  profesional bukan  berarti  guru yang mengandalkan materi semata, namun kualitas moral dan menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik profesi.

Dengan demikian profesional guru merupakan sebuah sikap loyalitas kepada bangsa dan negara untuk mencerdaskan tunas-tunas bangsa berdasarkan nilai-nilai, etika dan norma perundang-undangan yang diatur khusus untuk guru. Etika guru adalah fondasi utama dalam membentuk karakter siswa. Guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku.

Etika guru memainkan peran kunci dalam membangun nilai karakter siswa. Berikut beberapa peran penting etika guru:

-Membangun karakter positif, mengembangkan empati dan pengertian melalui interaksi yang baik, mengembangkan keterampilan sosial, membangun komunikasi efektif dan respektif, mengajarkan konflik resolusi dan negosiasi, mendorong kerja sama dan kolaborasi

-Mengembangkan keterampilan emosional dan inteligensi, meningkatkan kesadaran moral, mengajarkan nilai-nilai universal (kejujuran, keadilan, kesabaran), membahas isu-isu sosial dan etika kontemporer, mengembangkan pemikiran kritis dan reflektif, mendorong pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

-Membangun lingkungan belajar Positif, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, menghargai perbedaan dan keunikan, mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri, mendorong partisipasi aktif dan kreativitas, mengembangkan tanggung jawab.

-Mengajarkan tanggung jawab pribadi dan sosial, mendorong pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, mengembangkan kesadaran lingkungan, membangun kesadaran akan hak dan kewajiban.

Etika guru yang dapat membangun karakter siswa; konsisten dalam bersikap, guru harus selalu konsisten dalam menerapkan nilai-nilai yang diajarkan. Komunikasi yang efektif: Guru harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan siswa, baik secara individual maupun kelompok.

Memberikan contoh nyata, guru harus memberikan contoh nyata tentang penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Menciptakan suasana yang inklusif, guru harus menciptakan suasana kelas yang inklusif, di mana semua siswa merasa dihargai dan diterima.

Tujuan utama etika guru ialah menjunjung tinggi martabat guru yang selalu dianggap mulia karena tugas dan profesinya. Dengan adanya kode etik yang berisi norma dan asas yang harus ditaati, guru akan membantu menjunjung tinggi martabat guru.

Hasyim Asy ’ari berpandangan bahwa sebagai guru harus berilmu pengetahuan dan juga benar, artinya mempunyai sikap yang sesuai dengan kaidah atau nilai dalam pendidikan etika dalam Islam.Al-Zarnuji salah seorang tokoh pendidikan klasik menggambarkan bahwa seorang guru atau pendidik haruslah A’lam (menguasai materi), Arwa’ (memiliki kematangan emosional) dan al-Asan (berpengetahuan).

Guru menjadi teladan bagi siswa. Keteladanan guru dalam perilaku sehari-hari akan memberikan dampak positif yang langsung dapat diikuti oleh siswa. Selain itu, guru juga berperan dalam mengarahkan dan mengajarkan nilai-nilai moral, sosial, serta empati melalui pengajaran, interaksi, dan komunikasi yang bijaksana, sehingga dapat membangun karakter siswa yang kuat, beretika, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam membangun nilai karakter siswa tentu ada beberapa faktor yang menyebabkan guru sulit untuk membangun nilai karakter peserta didik, seperti:

-Perbedaan nilai dan Budaya: siswa datang dari latar belakang yang beragam dengan nilai dan budaya yang berbeda-beda. Mengajarkan nilai-nilai karakter yang universal bisa menjadi tantangan, karena tidak semua peserta didik dapat menerima atau menerapkannya dengan cara yang sama.

-Pengaruh teknologi dan media sosial: Era digital memberi tantangan tersendiri bagi guru dalam membentuk karakter siswa. Pengaruh negatif dari media sosial dan akses bebas informasi dapat memengaruhi moral dan etika siswa. Guru perlu bekerja keras untuk menyaring dan memberi wawasan mengenai pengaruh ini.

-Kurangnya dukungan dari Orang Tua: Beberapa orang tua mungkin tidak mendukung upaya guru dalam menanamkan nilai karakter pada anak-anak mereka, baik karena kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter atau ketidaksesuaian antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah.

-Perubahan dalam Sistem Pendidikan: Sistem pendidikan yang lebih terfokus pada aspek akademik, seperti ujian dan penilaian standar, sering kali mengesampingkan pendidikan karakter, sehingga guru harus berjuang untuk tetap menekankan pentingnya etika dan moral di tengah tuntutan kurikulum yang padat.

Oleh karena itu, guru haruslah memiliki etika yang baik. Guru dapat dijadikan panutan. Guru harus mampu memperhatikan banyak kepentingan bukan hanya kepentingan pribadi, namun juga golongan dan kepentingan umum hingga kepentingan bangsa.

Profesi guru harus mampu menyeimbangkan dan mengetahui mana yang harus didahulukan di antara banyak hal yang harus diemban sebagai hak dan kewajiban profesi guru, oleh karena itu membutuhkan kerja sama antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter secara menyeluruh.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita