Senin, 27/01/2025, 22:24:08
Isra Mi’raj dan Perintah Salat: Hikmah di Balik Mukjizat Nabi Muhammad SAW
OLEH: MAHASISWA KKN UP KELOMPOK 41
.

DALAM rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Karangreja mengadakan pengajian dengan tema "Sholat sebagai Kebutuhan dan sebagai Upaya untuk Kehidupan Dunia Akhirat."

Acara ini berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Dusun Karangtengah Kidul, Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Minggu 26 Januari 2025 malam dari pukul 20.00 hingga 22.30 WIB.

-Peringatan Isra Mi'raj sebagai Momentum Penguatan Iman

Pengajian ini menghadirkan penceramah Gus Hamam Marzuki (Kutasari) yang memberikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya sholat dalam kehidupan seorang muslim. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, hingga Sekretaris Desa (Sekdes), ketua RT, RW setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Peringatan Isra Mi’raj merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam. Selain untuk mengingat kembali perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha, peristiwa ini juga menjadi awal diwajibkannya sholat lima waktu bagi umat Islam.

Pengajian dimulai dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh grup hadroh setempat. Alunan sholawat yang merdu menambah kekhusyukan suasana dan membawa hati para jamaah semakin dekat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Setelah sholawat, acara resmi dibuka oleh panitia dengan sambutan dari tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, perwakilan PHBI menyampaikan bahwa tujuan dari pengajian ini adalah untuk mengingatkan kembali umat Islam di Desa Karangreja akan makna dan hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj serta pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-hari.

-Makna Sholat sebagai Kebutuhan Hidup

Dalam tausiyahnya, Gus Hamam Marzuki menegaskan bahwa sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan utama bagi setiap muslim. Ia mengutip sebuah hadits yang menyebutkan bahwa sholat adalah tiang agama, dan barang siapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama.

"Sholat adalah hubungan langsung antara manusia dengan Allah SWT. Jika ingin mempunyai hubungan yang kuat dengan Allah, maka tunaikanlah sholat. Jika sholat dikerjakan dengan baik, maka amal lainnya seperti zakat dan puasa akan diterima oleh Allah," ujar Gus Hamam Marzuki.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa manusia sering kali lebih mementingkan urusan dunia dibandingkan dengan sholat. Padahal, sholat adalah kebutuhan utama yang mendatangkan ketenangan jiwa dan keberkahan hidup. Ketika seseorang menjaga sholatnya, maka hidupnya akan lebih teratur, hatinya lebih tentram, dan rezekinya lebih berkah.

-Sholat sebagai Upaya untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat

Sholat tidak hanya berdampak pada kehidupan akhirat, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam kehidupan dunia. Dalam ceramahnya, Gus Hamam Marzuki menekankan beberapa manfaat sholat, di antaranya:

-1. Menjaga Ketenangan Hati dan Pikiran

Sholat adalah sarana meditasi dan refleksi diri yang dapat menenangkan hati dan pikiran dari hiruk-pikuk kehidupan dunia. Saat seorang muslim bersujud, ia menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, sehingga hatinya menjadi lebih tenang.

-2. Mendisiplinkan Diri

Dengan sholat lima waktu, seorang muslim diajarkan untuk disiplin dalam menjalankan kewajibannya. Kebiasaan ini akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pekerjaan, pendidikan, dan hubungan sosial.

-3. Mendapatkan Syafaat di Akhirat

Gus Hamam Marzuki mengingatkan bahwa siapa yang menjaga sholat dan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka ia akan mendapatkan syafaat di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang sering membaca sholawat, maka akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat."

Acara pengajian ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apa pun. Jamaah terlihat sangat antusias mengikuti ceramah yang disampaikan oleh Gus Hamam Marzuki. Suasana penuh kekhusyukan terasa sepanjang acara, menambah semangat masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Melalui pengajian ini, diharapkan masyarakat Desa Karangreja semakin memahami pentingnya sholat dan menjadikannya sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan. Selain itu, pengajian ini juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah antara warga dan mahasiswa KKN Universitas Peradaban.

Peringatan Isra Mi’raj ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi lebih dari itu, menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk terus memperbaiki kualitas ibadahnya, terutama sholat. Dengan sholat yang khusyuk dan istiqomah, insyaAllah kehidupan dunia akan lebih terarah, dan kehidupan akhirat pun akan lebih baik.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Gus Hamam Marzuki dalam penutup ceramahnya: "Jangan jadikan sholat sebagai beban, tetapi jadikanlah sebagai kebutuhan. Sebab, dengan sholat, kita bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat."

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu Kelompok 41 Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap: Nabawi Nurul Hidayat, Laras Setia, Ira Azmi, Mafrihatun Salamah,  Gilang Tyas Prayoga, Aryanti, Aprilla Agus Prihatini, Syahrur Romadhon, Roselyn Tri Enindya, Abdullah Fikri Bahalwan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita