PanturaNews (Brebes) - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian terendam air, menyebabkan petani setempat mengalami kerugian yang cukup besar.
Banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi ini mengancam masa panen dan produksi pertanian. Pasalnya, lahan-lahan pertanian seperti sawah, kebun, dan ladang tergenang air, mengakibatkan tanaman bawang merah, padi, jagung dan tanan sayuran lainnya ,yang telah ditanam rusak atau mati.
Hal ini tentu menjadi pukulan bagi para petani yang telah bekerja keras untuk merawat tanaman mereka selama berbulan-bulan.
Para petani pun mengalami kerugian materiil yang cukup besar akibat rusaknya tanaman dan produktivitas pertanian yang terganggu. Mereka khawatir tidak dapat memperoleh pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta memenuhi kewajiban mereka sebagai penyedia bahan pangan bagi masyarakat.
Adapun berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, dari 25-27 Februari 2024 total ada 875 hektare lahan padi di Kabupaten Brebes terendam banjir.
"Luas terkena total 875 Ha lahan padi yang terendam. Jumlah tersebut tersebar di delapan kecamatan," ujar Kepala DPKP Brebes Yulia Hendrawati, Rabu 28 Februari 2024.
Delapan kecamatan terbagi di Kecamatan Jatibarang ada 168 hektare (ha) yang termasuk lahan padi di Brebes terendam banjir. Kecamatan Brebes 52 Ha, Kecamatan Bulakamba 32 ha, Kecamatan Bantarkawung 13 ha. Kemudian Kecamatan Songgom 96 ha, larangan 23 ha, Wanasari 465 ha dan Kecamatan Salem 26 ha.
"Dari total itu, luas (lahan pertanian yang mengalami) puso ada sekitar 22 Ha. Yaitu berada di wilayah Kecamatan Salem. Dan untuk yang lain sebagian besar sudah surut," jelasnya.
Selain lahan padi yang terendam banjir, tanaman jagung juga ikut terkenda dampak. Total ada 187 ha lahan pertanian jagung yang terendam. Semuanya tersebar di diempat kecamatan yang berbeda.
"Yakni di Kecamatan Songgom 115 ha, Bantarkawung 37 ha, Jatibarang 12 ha dan Kecamatan Larangan 23 ha. Dan ada luasan tanaman jagung yang mengalami puso seluas 8,5 ha di Kecamatan Bantarkawung," terangnya.
Atas kondisi tersebut perlu upaya lebih lanjut untuk mendukung para petani dalam menghadapi dampak banjir ini dan memastikan keberlanjutan produksi pertanian di masa yang akan datang. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, sangat diperlukan untuk membantu para petani pulih dari musibah ini.