Senin, 26/02/2024, 19:08:04
Akses Terputus. Jalur Jatibarang-Brebes dan Jatibarang Ketanggungan Tidak Bisa Dilewati Kendaraan
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kendaraan roda empat yang melintas di jalur provinsi Jatibarang Brebes mogok akibat tergenang banjir. (Foto: Ist)

PanturaNews (Brebes) - Jalur provinsi Jatibarang-Brebes yang merupakan akses utama bagi transportasi kendaraan, baik roda dua maupun empat dan lebih dilaporkan tidak bisa dilewati akibat banjir yang melanda daerah Kecamatan Jatibarang, Senin 26 Februari 2024.

Banjir di ruas ini akibat limpasan Sungai Pemali. Genangan air di jalan mulai dari Desa Terlangu sampai Kedung Tukang Kecamatan Jatibarang. Ketinggian air pun bervariasi mulai 50 sampai 70 cm.

Menurut Camat Jatibarang, Imam Tohid, jalur Jatibarang-Brebes terendam banjir akibat luapan sungai Pemali, sehingga tidak memungkinkan kendaraan untuk melintas.

Begitu juga jalur Jatibarang- Ketanggungan, tepatnya di Desa Rengaspendawa juga ditutup karena terendam banjir.

"Banjir sekarang sudah masuk di Desa Kebogadung Kecamatan Jatibarang, dan jalur utama Jatibarang-Ketanggungan ikut terendam dari luapan sungai Pemali," ujarnya.

Sementara Kapolsek Jatibarang, AKP Budi Suparyoto mengatakan, kendaraan kecil dan motor diminta tidak melintas jalan tersebut.

"Rumah warga di Jatibarang banyak terendam. Kemudian jalan utama Brebes-Jatibarang juga tertutup air sehingga tidak bisa dilewati kendaraan kecil," terangnya.

Akibat terputusnya akses ini, distribusi logistik dan pasokan kebutuhan pokok ke daerah sekitar terganggu. Selain itu, aktivitas ekonomi di wilayah tersebut juga terhenti karena kendaraan tidak bisa melintasi jalur provinsi tersebut.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes dan dinas terkait serta dibantu TNI dan Polri beruoaya membantu untuk memulihkan akses transportasi sekaligus mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Para pengguna jalan diimbau untuk mencari rute alternatif dan memperhatikan informasi terbaru dari pihak berwenang terkait kondisi jalur tersebut. Diharapkan situasi ini dapat segera teratasi agar aktivitas transportasi dan ekonomi dapat kembali normal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita