Rabu, 31/01/2024, 11:18:26
Evaluasi Program Pembelajaran Bahasa Inggris Di Sekolah Dasar
Oleh: Didin Kurniawan

PEMBELAJARAN bahasa Inggris di posisikan sebagai objek opsional di sekolah dasar (SD), seolah dasar menjadikan bahasa Inggris sebagai muatan lokal pada pembelajaran pada kelas 3 sampai kelas 6.

Tujuan pembelajaran bahasa inggris di sekolah dasar adalah untuk memperkenalkan bahasa inggris kepada pembelajar muda, sehingga mereka termotivasi untuk menjadi pembelajar yang percaya diri dan siap untuk belajar bahasa inggris di tingkat berikutnya.

Dalam kurikulum merdeka, evaluasi program pembelajaran bahasa inggris di sekolah dasar akan memperhatikan sejauh mana kurikulum tersebut mendukung pengembangan keterampilan bahasa secara holistik, termasuk pemahaman konten, kemampuan berkomunikasi, dan kecakapan berpikir kritis dalam bahasa inggris.

Evaluasi juga akan mempertimbangkan fleksibilitas kurikulum dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, serta penggunaan teknologi dan sumber daya digital untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran.

Lancarnya kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari peran serta para guru bahasa inggris. Pengelola lemabaga pendidikan bekerja membantu pelaksanaan pembelajaran yang berkaitan dengan kegiatan mempersiapkan keperluan administrasi pembelajaran yang berhubungan dengan pembelajar dan guru.

Di samping itu juga mempersiapkan fasilitas dan sarana prasarana yang di gunakan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, agar kegiatan pembelajaran efektif diperlukan informasi yang jelas mengenai semua persiapan tersebut yang disiapkan oleh para pengelola lembaga pendidikan.

Proses pelaksanaan program pembelajaran bahasa inggris akan berjalan dengan baik jika didukung oleh semua komponen-komponen tersebut. Dengan bahan ajar dan fasilitas atau sarana prasarana yang memadai.

Apabila proses pelaksanan pembelajarannya baik dan berkualitas, maka akan berdampak fositif kualitas atau produk yang di hasilkan, yaitu input yang diproses secara baik diharapkan akan menjadi produk berkualitas. Pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas di tandai dengan adana keterlibatan semua komponen dan tinggginya aktivitas pembelajar dalam mengikuti pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran akan mengidentifikasi masalah yang diharapkan hasilnya dapat membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, serta mendorong lembaga pendidikan khususnya SD untuk lebih meningkatkan fasilitas dan kualitas manajemen lembaga pendidikan di bidang bahasa inggris khususnya.

Manfaat utama dari evaluasi adalah mengidentifikasi masalah, yang menitikberatkan pada pengukuran ketercapaian program pembelajaran bahasa inggris yang telah di tentukan.

Bahasa inggris sebagai alat komunikasi digunakan untuk menyampaikan gagasan, pikiran, pendapat, perasaan, dan juga untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalamkehidupan bermasyarakat. Untuk dapat mempelajari bahasa inggris dengan baik akan diperlukan pengetahuan karakteristik dari bahasa inggris itu sendiri.

Setaip mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu jika di lihat dari segi tujuan atau kompetensi yang ingin di capai, ataupun materi yang dipelajari dalam rangka menunjang kompetens tersebut.

Karakteristik inilah yang membedakan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lain. Dilihat dari segi tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai, mata pelajaran bahasa inggris menekankan pada aspek keterampilan writing, reading, listening, dan speaking.

Mckay (2007:1) menegaskan bahwa yang di maksud dengan pembelajaran anak-anak adalah mereka yang belajar bahasa inggris sebagai bahasa asing atau bahasa kedua pada 6 tahun atau 7 tahun pertama pembelajaran disekolah formal dan biasanya diajarkan di seklah dasar.

Dari segi usia, mereka rata-rata berusia 5 sampai 12 tahun. Dalam membelajari bahasa inggris sebagai bahasa asing, menurut scot (2006:1) anak-anak perlu bermain bahasa, mencobanya, mengujinya, dan mencobanya lagi. Ini adalah cara anak-anak pemahaman aturan kebahasaan dan menyesuaikan dengan dunianya.

Ini adalah proses yang berlaku dianatara pembelajar bahasa. Agar proses pembelajaran bahasa kepada anak-anak dapat membawa hasil yang maksimal, harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa untuk anak-anak.

Menurut Cameron (2010:19) ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembelajaran bahasa kepada anak-anak, yaitu:

(1) anak-anak secara aktif mencoba 'membuat pengertian', yaitu untuk menemukan dan membangun makna  dan tujuan yang orang dewasa katakana kepada mereka dan meminta mereka untuk melakukannya.

(2) anak-anak membutuhkan ruang untuk perkembangan bahasanya. Dalam perkembangan bahasa dan perkembangan kognitif, potensi anak sangat penting bagi pembelajaran yang efektif

(3) anak-anak memerlukan bantuan ahli dalam melihat dan menghadirkan aspek bahasa asing yang membawa makna.

(4) pengembangan dapat dilihat sebagai internalisasi dari interaksi sosial. Bahasa dapat tumbuh seperti anak mengambil alih bahasa yang digunakan pada masa awal dengan anak-anak lain dan orang dewasa.

(5) anak-anak belajar bahasa asing tergantung pada apa yang mereka alami. Ada hubungan penting antara apa dan bagaimana anak-anak  diajarkan,  dan apa yang mereka pembelajari.

Masa anak-anak merupakan masa yang ideal untuk mempelajari bahasa asing. Menurut   Brown (dalam Masduki, 2013:3) menyatakan bahwa masa anak- anak merupakan masa terbaik untuk memperoleh native pronunciation karena otot-otot berbicara anak masih mudah berkembang.

Dengan demikian sangatlah mudah bagi mereka untuk mempelajari sound system bahasa asing. Di samping itu, kemauan anak- anak untuk berkomunikasi juga membuat belajar dan pembelajaran semakin mudah.     

Alasan lain bagi efektifitas pengajaran bahasa asing bagi anak-anak adalah bahwa mereka masih berada dalam ‘optimum age’, saat dimana mereka secara penuh siap mempelajari bahasa. Terlebih lagi, beberapa faktor psikologi, seperti hasrat yang kuat dan bebas mengambil resiko juga membuat mereka belajar bahasa lebih mudah.

Suchman (dalam Arikunto, 2009:1) memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai dari beberapa kegiatan yang telah direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan.

Definisi lain dari Worthen dan Sanders (dalam Arikunto, 2009:1) evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu, dalam mencari sesuatu tersebut juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur serta alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita