Selasa, 23/01/2024, 12:40:25
Menumbuhkan Kekuatan Spiritual Keagamaan Siswa dengan Jumat Nazhom Asmaul Husna
Oleh: Fatkhan Anis, S.Pd

PENDIDIKAN merupakan upaya sadar dan terencana yang dilakukan untuk suatu tujuan tertentu, salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mewujudkan peserta didik yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

Hal itu sebagaimana tercantum dalam Perundang-undangan Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1, yang berisi “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara” (Indrawan, 2019).

Dalam upaya mewujudkan peserta didik yang memiliki kekuatan spritual keagamaan, diperlukan upaya dan pendekatan yang efektif.

Kekuatan spiritual keagamaan menyangkut pengembangan kecerdasan spiritual yang sering disebut dengan spiritual intelgensi (SQ). Kecerdasan spritual menyangkut kesadaran peserta didik akan diri sendiri dengan Tuhannya.

Kecedasan spiritual muncul sebagai hasil penghayatan terhadap nilai-nilai universal keagamaan. Dengan kecerdasan spiritual diharapkan dapat terwujud pribadi yang senantiasa sadar bahwa semua proses kehidupan terpaut pada tujuan utama pendidikan yaitu mencari keselamatan serta kebahagiaan setinggi-tingginya.

Tujuan utama tersebut dapat dicapai dengan mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama pendidikan ini selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menyatakan beliau mengemukakan pengertian pendidikan, yakni menuntun segala sesuatu atau semua kekuatan kodrat yang terdapat di dalam diri anak (peserta didik) itu sendiri, supaya mereka sebagai manusia serta juga sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan juga dapat mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya.

Upaya yang dapat dilakukan guru di sekolah dalam rangka mewujudkan kekuatan spiritual keagamaan adalah memberikan fasilitas serta kesempatan bagi peserta didik untuk menghayati nilai-nilai kegamaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membiasakan peserta didik dengan membaca “Asmaul Husna” setiap jumat pagi.

Asamul husna diartikan sebagai nama-nama yang baik yang dimiliki oleh Allah Swt. Asmaul Husna berisi 99 nama Allah yang baik. Selain membaca secara konsisten, guru juga memberikan penjelasan tentang arti asmaul husna serta bagimana implementasinya dalam kehidupan sehari hari.

Arrohman yang artinya Allah Maha kasih, merupakan salah satu asmaul husna yang sangat relevan untuk diterapkan dalam lingkungan sekolah. Allah Swt tidak membeda-bedakan dalam mengasihi umatnya.

Peserta didik dapat mengimplementasikan sifat kasih di lingkungan sekolah yaitu bergaul serta berinteraksi dengan warga sekolah tanpa membeda-bedakan agama, ras, suku dan budaya. Implementasi nilai-nilai ini dapat menumbuhkan rasa saling menghargai, menghormati dan toleransi sehingga dapat terwujud lingkungan sekolah yang nyaman untuk belajar.

Harapanya kekuatan spiritual keagamaan yang telah tumbuh berkembang di lingkungan sekolah akan menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat. Mampu memerankan dirinya sendiri sebagai pribadi yang bekarakter yang berakar dari nilai-nilai keagamaan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita