KITA hidup pada jaman yang sudah canggih. Tekhnologi begitu berkembang pesat dan modern, dimana akan sering terjadi perubahan dalam kehidupan kita. Dan kita dituntut untuk siap menghadapi tantangan dan mengikuti perubahan.
Begitu juga dalam dunia pendidikan, harus siap juga menghadapi perubahan di bidang pendidikan. Guru dituntut juga untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran sendiri merupakan salah satu unsur pendidikan yang memiliki posisi penting dalam menghadapi perubahan. Proses pembelajaran merupakan garis terdepan sebagai unsur pendidikan yang bersentuhan langsung dengan subjek pendidikan. Proses pembelajaran dapat dijadikan sebagai cerminan kualitas pendidikan.
Dalam proses pembelajaran peran guru sangat penting agar materi tersampaikan, siswa memahami, dapat mengolah ketrampilan siswa baik ketrampilan berpikir, berbicara, bekerjasama dan tujuan pembelajaran tercapai. Demi tercapainya tujuan pembelajatan maka guru harus menerapkan strategi, metode, dan media pembelajaran yang sesuai, efektif dan efisien.
Salah satu dari unsur proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber terencana, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif (Munadi, 2012: 7-8).
Seperti halnya di kelas V SD Negeri Pepe, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, dalam proses pembelajaran PKn menggunakan media kliping. Meskipun Pkn bukan pelajaran yang “menakutkan” seperti matematika, tapi PKn justru sering membosankan.
Menurut Fikri (2014): Kliping adalah sebuah aktifitas atau kegiatan menggunting atau memotong bagian-bagian tertentu dari sebuah buku, Koran, Majalah dan yang lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan proses menempelkan guntingan-guntingan tersebut pada sebuah media tempel seperti buku atau karton.
Sebelumnya siswa dibuat kelompok yang terdir dari 4 anak, bisa kurang atau lebih tergantung jumlah siswanya. Guru menjelaskan tentang membuat kliping yaitu mencari artikel atau berita sesuai dengan tema masing masing untuk kelompoknya. Kumpulkan terlebih dahulu jika sudah mendapatkan gunting yang rapi sesuai kebutuhan dan selanjutnya tempelkan pada buku kliping yang sudah disediakan.
Jika masih ada waktu berilah gambar atau hiasan yang menarik. Siswa terlihat sangat antusias untuk mencari berita atau artikel di surat kabar/koran. Guru mengkoordinir, mengawasi dan membimbing kegiatan tersebut. Dan tidak lupa juga tentukan batas waktu untuk kegiatan membuat klipingnya, jangan sampai menjadi tidak efeisien dan efektif.
Dengan media kliping siswa bersemangat dan bergembira, karena menyenangkan dan menarik perhatian siswa. Mereka akan menemukan sendiri apa yang mereka cari, belajar sambal bermain. Hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa.
Penggunaan media kliping ini selain meningkatkan kemampuan bersosialisasi, kerjasama, disiplin dan saling menghargai yang pasti meningkatkan juga ketrampilan membacanya. Karena setiap mereka akan menggunting, pasti akan membaca terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan tugas atau dengan temanya.
Sehingga pembelajaran PKn yang biasanya membosankan karena biasanya hanya dengan metode ceramah konvensional menjadi lebih hidup, siswa termotivasi dan lebih bersemangat. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan media kliping adalah pengelolaan waktu. Jangan sampai melanggar kesepakatan waktu yang telah ditentukan. Meskipun siswa sangat menikmati kegiatan tersebut.
Penggunaan media kliping ini bisa menjadi salah satu media alternatif yang bisa digunakan. Memang tidak semua materi harus menggunakan media kliping. Semua digunakan sesuai materi pelajarannya, agar apa yang menjadi tujuan dalam proses pembelajaran akan tercapai.