Kamis, 28/12/2023, 14:38:19
Pentingnya Etika dan Moral dalam Pendidikan Sekolah Dasar
Oleh: Nada Hamidah
--None--

PENDIDIKAN memiliki peran penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas demi kemajuan negeri di masa kini dan mendatang.

Pendidikan, dalam hal ini khususnya di tingkat sekolah dasar peserta didik tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademis tetapi juga diberikan pembekalan etika dan moral untuk pembentukan karakternya. Etika merupakan sikap atau kebiasaan berdasarkan moral, sedangkan moral merupakan ajaran tentang baik atau buruknya suatu hal.

Salah satu permasalahan yang semakin marak terjadi di sekolah dasar adalah bullying atau perundungan. Bentuk perundungan yang marak terjadi di sekolah dasar antara lain, melecehkan teman sekelas melalui kata-kata kasar atau merendahkan, memukul dan menendang atau melakukan tindakan fisik yang menyakiti, menakut-nakuti teman sekelas, mengecualikan seseorang dari kelompok sehingga membuatnya merasa terasingkan, memberikan nama yang tidak baik, hingga mengambil atau merusak barang teman sekelas.

Contoh kasus perundungan di sekolah dasar seperti kasus yang dikutip dari Bangka Pos (06/12/23) “Siswi SD Menjadi Korban Perundungan, Video Beredar di Sosmed, Satu Pelaku Kena Sanksi Pindah Sekolah” perundungan yang dialami oleh salah satu siswi di SDN 23 Kelurahan Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, ini dilakukan oleh 4 teman sekelasnya yang salah satunya merekam detik-detik aksi perundungan terhadap korban. Dalam video yang beredar, korban nampak dipukul, ditendang, lalu dijambak rambutnya hingga jilbabnya terlepas dan korban menjerit histeris dan menangis.

Kemudian, dari Detikcom (07/12/23) “Siswa SD di Bekasi Korban Bullying Meninggal, Teman Jadi Tersangka” siswa kelas VI sekolah dasar (SD) yang pada Februari 2023 terluka kakinya akibat dijegal saat hendak membeli makan, hingga menyebabkan kakinya cedera dan infeksi dan didiagnosis mengalami kanker tulang hingga harus diamputasi pada kaki kirinya dan dinyatakan meninggal pada Kamis (7/12), pukul 02.25 WIB dini hari.

Beberapa contoh kejadian tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai etika dan moral yang dialami anak-anak di lingkungan sekolah dasar. Maka, sangat penting untuk menanamkan etika dan moral kepada anak sejak dini khususnya pada usia-usia sekolah dasar.

“Penanaman value itu akan jauh lebih efektif ketika diberikan pada anak-anak usia muda, semakin dini usianya, semakin pendidikan moral itu menempel pada anak. Ketika semakin besar, karena sudah banyak pengaruh dari luar maka mereka mencoba merasionalkan, jadi itu tidak menjadi bagian dari penguatan etika dan moral anak tersebut,” ujar Itje Chodidjah, seorang praktisi pendidikan, dalam acara talkshow ‘Pentingnya Pendidikan Moral Bagi Anak’ yang ditayangkan di salah satu saluran televisi swasta Indonesia.

Dikutip dari Kurniawan dalam Journal Pedagogia berjudul Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar, masa sekolah dasar atau masa sekolah berlangsung antara usia 6 - 12 tahun. Masa ini merupakan masa matang untuk belajar atau sekolah. Pada masa ini, anak-anak lebih mudah diarahkan, diberi tugas yang harus diselesaikan, dan cenderung mudah untuk belajar berbagai kebiasaan seperti makan, tidur, bangun, dan belajar pada waktu dan tempatnya dibandingkan dengan masa pra sekolah.

Maka, usia sekolah dasar merupakan usia yang sangat tepat untuk menanamkan pendidikan etika dan moral pada anak. Dengan demikian, ketika anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa, nilai etika dan moral yang telah diajarkan sudah kuat terbentuk dalam diri mereka.

Penerapan Pendidikan Etika Dan Moral

Pendidikan etika dan moral merupakan landasan penting untuk sukses di masa depan, selain itu adanya pendidikan etika dan moral berguna untuk pembentukan karakter dan kepribadian, membangun keterampilan komunikasi yang positif, melatih anak-anak untuk memahami dan menghargai perbedaan, mencegah anak dari melakukan hal negatif yang merugikan dirinya dan orang lain, membangun kesadaran anak tentang tanggung jawab sosial, dan membantu menciptakan generasi yang peduli terhadap sesama.

Meskipun penting, pendidikan etika dan moral pada peserta didik sekolah dasar memiliki tantangan pada penerapannya, diantaranya adalah kurangnya perhatian dan dukungan orang tua terhadap penanaman etika dan moral, perbedaan latar belakang setiap peserta didik sehingga menimbulkan perbedaan pemahaman dan praktik penerapan etika dan moral, pengaruh globalisasi dan teknologi informasi yang kurang baik untuk pembentukan etika dan moral anak; tantangan juga mungkin muncul dari guru jika guru sendiri mengalami tekanan atau kurangnya dukungan.

Maka dari itu, untuk mencegah adanya krisis etika dan moral, diperlukan adanya upaya pencegahan bagi anak usia sekolah dasar, seperti menyertakan pendidikan moral dalam kurikulum sekolah dasar, memberikan cerita atau dongeng yang mengandung pesan moral, melakukan aktivitas bermain peran untuk memahami konsep moral dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.

Memfasilitasi diskusi dalam kelas tentang situasi etika dan moral, mengajarkan dan membiasakan sifat-sifat yang positif, kerja sama antara orang tua dan guru dengan mendiskusikan dan menerapkan nilai-nilai kepada anak secara konsisten antara rumah dan sekolah, melibatkan anak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk membangun rasa empatinya, serta mengawasi konten media yang diakses anak.

Upaya pencegahan krisis etika dan moral ini tidak hanya melibatkan tenaga kependidikan saja, tetapi juga melibatkan peran orang tua serta masyarakat. Maka, diharapkan semua pihak dari lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam penerapan etika dan moral dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, agar anak dapat mencontoh perbuatan yang kita lakukan.

Dengan mengadakan pendidikan etika dan moral dalam kurikulum di sekolah dasar, kita tidak hanya membentuk peserta didik menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk warga negara yang beretika dan bertanggung jawab. Inilah pondasi yang kokoh untuk menciptakan masyarakat yang adil, berdaya saing, dan berbudaya.

Diharapkan dengan diberikannya pembekalan etika dan moral kepada anak sejak dini, dapat membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita