Minggu, 26/11/2023, 09:01:20
Kenaikan Harga Sembako Di Sekitar Masyarakat
Oleh: Fadilah Nurfi Asih
--None--

KENAIKAN harga sembako merupakan salah satu perngaruh terhadap perekonomian masyarakat.

Beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Darma et., n.d. menunjukan, bahwa dampak kenaikan harga suatu komoditas sembako berakibat meningkatnya inflasi di Indonesia.

Sembako sendiri merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok, yang meliputi beras, minyak goreng, telur, gula pasir, garam, daging, sayuran & buah, bawang, dan susu. Artinya yang menjadi pemenuhan kebutuhan dasar pangan bagi masyarakat.

Bahan pangan yang mengalami kenaikan harga berpengaruh terhadap perekonomian dan pendapatan untung yang tidak sepadan. Kenaikan inflasi sebesar 0,17% pada bulan Oktober 2023. Oleh karena itu, di era sekarang banyak orang-orang yang sulit untuk mendapatkan bahan pangan.

Pasar winduaji atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan pasar patuguran menjadi salah satu dampak kenaikan harga sembako, penurunan daya beli akibat kenaikan harga, adanya kesulitan untuk membayar biaya operasional, utamanya yang menjadi sumber pendapatan tertinggi dan perputaran uang dan omzet yang menurun membuat para pedagang mengeluh akan hal itu.

Waluyo, salah seorang pedagang sembako mengaku bingung mengambil untung dari mana apabila harga dari agen saja sudah menaikkan harga. “Beli dari sananya sudah mahal. Saya bingung ini ngambil untung dari mana kalau di sananya saja sudah mahal,” kata Waluyo.

Ditoko sembako miliknya, harga beras dijual seharga Rp. 14.000 /kg, terigu Rp. 15.000 /kg, telur Rp. 28.000 /kg, bawang merah Rp. 30.000 /kg, bawang putih Rp. 30.000 /kg, dan cabai Rp. 90.000 /kg.

“Itu cabai naik lagi jadi Rp. 90.000 /kg. Beras apalagi, mahal banget sekarang, saya jual Rp. 14.000 /kg,” ungkapnya.

Hal sama juga disampaikan Susi, pedagang sembako lainnya. Dia mengatakan belakangan ini hampir semua harga sembako mengalami kenaikan, sehingga dirinya tak ada pilihan lain selain ikut menaikkan harga jual diwarungnya.

“Barang lagi pada mahal, ini naik semua. Saya beli dus-dusan saja sudah mahal, gimana ngecer,” kata Susi.

Kenaikan harga sembako sangat dirasakan oleh rakyat menengah kebawah. Penyebab meroketnya harga diantara lain, karena kurangnya stok pangan, terjadi kemarau panjang atau kekeringan, serangan hama, distribusi yang tidak merata, sampai terjadinya penimbunan barang.

Kenaikan sembako saat ini, perlu mendapat perhatian dan fokus utama dalam agenda kerja pemerintah, apalagi dengan tahun baru nantinya akan semakin naik terutama tepung.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita